Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump anjlok ke angka 35 persen akibat krisis harga energi. Dok: Istimewa.

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump anjlok ke angka 35 persen akibat krisis harga energi. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemilih Amerika Serikat memilih Partai Demokrat daripada Partai Republik untuk mengelola ekonomi. Survei Reuters/Ipsos mengonfirmasi pergeseran dukungan publik ini pada awal pekan.

Lonjakan Harga Energi Menggerus Kepuasan Pemilih

Tingkat kepuasan pemilih terhadap kinerja Presiden Donald Trump merosot ke angka 35 persen. Angka ini mengalami penurunan dari posisi 37 persen pada bulan lalu. Selain itu, lonjakan harga bahan bakar terus menghimpit keuangan rumah tangga warga. Akibatnya, pemilih menyalahkan kebijakan luar negeri Trump terkait perang dengan Iran.

Selanjutnya, sebanyak 37 persen responden terdaftar menilai Demokrat memiliki pendekatan ekonomi lebih baik. Sementara itu, hanya 36 persen pemilih yang memihak Partai Republik. Namun, sebanyak 27 persen pemilih menyatakan ragu-ragu atau memilih partai lain.

Dampak Konflik Iran Terhadap Pemilu Paruh Waktu

Partai Republik mempertahankan keunggulan ekonomi selama bertahun-tahun. Namun, perang AS-Israel melawan Iran sejak Februari mengubah peta politik secara drastis. Kenaikan harga bahan bakar mencapai lebih dari 25 persen sejak perang bermula. Oleh sebab itu, warga Amerika harus membayar biaya bahan bakar lebih mahal.

Sementara itu, Trump menegaskan bahwa serangan militer bertujuan menghancurkan program nuklir Iran. Namun, dampak ekonomi memicu penolakan luas dari kalangan pemilih independen. Akibatnya, pemilih independen mendukung Partai Demokrat dengan keunggulan 12 poin persentase.

Baca Juga :  Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Ancaman Kehilangan Mayoritas Kursi Kongres

Sebanyak 42 persen pemilih terdaftar akan memilih kandidat Demokrat dalam pemilu Kongres. Di sisi lain, hanya 37 persen pemilih yang menyatakan dukungan untuk Republik. Oleh karena itu, Partai Republik menghadapi ancaman kekalahan dalam pemilu 3 November mendatang.

Namun, Donald Trump menolak hasil survei tersebut melalui unggahan di media sosial. Beliau mengklaim bahwa media menyebarkan berita bohong mengenai popularitasnya. Selain itu, Trump menegaskan bahwa angka survei aslinya berada pada tingkat tertinggi. Meskipun demikian, jajak pendapat Reuters/Ipsos yang melibatkan 4.505 responden tetap menunjukkan kemerosotan dukungan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Berita Terbaru

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump anjlok ke angka 35 persen akibat krisis harga energi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Rabu, 5 Agu 2026 - 06:07 WIB