LEBAK, POSNEWS.CO.ID – Nasib Deni, seorang pria di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian setelah tertimbun material longsor saat bekerja di dalam sumur sedalam sekitar 15 meter.
Dinding tanah yang tiba-tiba runtuh membuat korban terjebak di dasar sumur, sementara tim SAR gabungan terus berjuang mengevakuasinya.
Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika Deni melakukan penggalian, material tanah dari dinding sumur mendadak ambruk dan menimbun tubuhnya.
Hingga Senin (12/10/2026), proses evakuasi masih berlangsung. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena kondisi dinding sumur berpotensi memicu longsor susulan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan tim SAR langsung dikerahkan setelah menerima laporan kejadian.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menentukan langkah penyelamatan yang aman.
Dinding Sumur Ambruk, Deni Tertimbun Tanah
Kecelakaan itu terjadi saat Deni berada di dalam sumur untuk melakukan pekerjaan penggalian. Tanpa diduga, tanah dari dinding sumur runtuh dan menimbunnya.
Kedalaman sumur yang mencapai sekitar 15 meter menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Petugas harus mengangkat material longsoran sedikit demi sedikit agar dapat menjangkau korban tanpa memicu runtuhan baru.
Pada hari pertama operasi, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Lebak bersama personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mendatangi lokasi.
Mereka kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi evakuasi.
Al Amrad menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas selama proses penyelamatan berlangsung.
Karena itu, petugas tidak dapat mengangkat material secara sembarangan tanpa mempertimbangkan kestabilan tanah.
Tim SAR Perkuat Dinding Sumur, Cegah Longsor Susulan
Memasuki hari kedua operasi, tim SAR melanjutkan pengangkatan puing-puing tanah yang menimbun korban.
Petugas juga memperkuat dinding sumur menggunakan teknik shoring atau penyanggaan untuk mengurangi risiko runtuhan susulan.
Langkah tersebut sangat penting karena pergerakan tanah dapat membahayakan petugas yang bekerja di ruang sempit dan kedalaman sumur.
Setelah mengevaluasi kondisi lapangan, tim kembali melanjutkan evakuasi secara bertahap. Petugas berupaya membuka akses menuju korban sembari memastikan kondisi di sekitar sumur tetap aman.
Dalam laporan yang diterbitkan ANTARA pada Senin (12/10/2026), Basarnas Banten menyatakan operasi SAR hari kedua terus dilanjutkan.
Namun, laporan tersebut belum memastikan bahwa Deni berhasil dikeluarkan dari sumur.
Basarnas Ingatkan Bahaya Penggalian Sumur
Peristiwa di Malingping menjadi pengingat bahwa pekerjaan penggalian sumur memiliki risiko tinggi, terutama jika dinding tanah tidak memiliki penyangga yang memadai.
Tanah yang labil dapat runtuh sewaktu-waktu. Ketika pekerja berada di dasar lubang yang dalam, kesempatan untuk menyelamatkan diri pun sangat terbatas.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan kestabilan tanah, menggunakan penyangga yang sesuai, serta menerapkan prosedur keselamatan sebelum memulai penggalian.
Pengawasan dan penggunaan peralatan yang tepat juga penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
Masyarakat sebaiknya tidak melakukan evakuasi mandiri ke dalam sumur yang mengalami longsor tanpa peralatan dan keahlian khusus.
Tindakan spontan dapat memicu runtuhan tambahan dan membahayakan orang lain.
Di tengah proses penyelamatan yang penuh tantangan, tim SAR terus berupaya menjangkau Deni.
Petugas mengutamakan keselamatan seluruh personel agar operasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban tambahan. **
Editor : Hadwan













