Deni Tertimbun Longsor di Sumur 15 Meter, Tim SAR Berjuang Cegah Runtuhan Susulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi Deni yang tertimbun longsor saat menggali sumur sedalam 15 meter di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. (Posnews/Ist)

Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi Deni yang tertimbun longsor saat menggali sumur sedalam 15 meter di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. (Posnews/Ist)

LEBAK, POSNEWS.CO.ID – Nasib Deni, seorang pria di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian setelah tertimbun material longsor saat bekerja di dalam sumur sedalam sekitar 15 meter.

Dinding tanah yang tiba-tiba runtuh membuat korban terjebak di dasar sumur, sementara tim SAR gabungan terus berjuang mengevakuasinya.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika Deni melakukan penggalian, material tanah dari dinding sumur mendadak ambruk dan menimbun tubuhnya.

Hingga Senin (12/10/2026), proses evakuasi masih berlangsung. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena kondisi dinding sumur berpotensi memicu longsor susulan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan tim SAR langsung dikerahkan setelah menerima laporan kejadian.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menentukan langkah penyelamatan yang aman.

Dinding Sumur Ambruk, Deni Tertimbun Tanah

Kecelakaan itu terjadi saat Deni berada di dalam sumur untuk melakukan pekerjaan penggalian. Tanpa diduga, tanah dari dinding sumur runtuh dan menimbunnya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Lantai 11 Apartemen City Park, Cengkareng

Kedalaman sumur yang mencapai sekitar 15 meter menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

Petugas harus mengangkat material longsoran sedikit demi sedikit agar dapat menjangkau korban tanpa memicu runtuhan baru.

Pada hari pertama operasi, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Lebak bersama personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mendatangi lokasi.

Mereka kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi evakuasi.

Al Amrad menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas selama proses penyelamatan berlangsung.

Karena itu, petugas tidak dapat mengangkat material secara sembarangan tanpa mempertimbangkan kestabilan tanah.

Tim SAR Perkuat Dinding Sumur, Cegah Longsor Susulan

Memasuki hari kedua operasi, tim SAR melanjutkan pengangkatan puing-puing tanah yang menimbun korban.

Petugas juga memperkuat dinding sumur menggunakan teknik shoring atau penyanggaan untuk mengurangi risiko runtuhan susulan.

Langkah tersebut sangat penting karena pergerakan tanah dapat membahayakan petugas yang bekerja di ruang sempit dan kedalaman sumur.

Setelah mengevaluasi kondisi lapangan, tim kembali melanjutkan evakuasi secara bertahap. Petugas berupaya membuka akses menuju korban sembari memastikan kondisi di sekitar sumur tetap aman.

Baca Juga :  Wanita di Karo Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Adik Kandung Demi Asuransi

Dalam laporan yang diterbitkan ANTARA pada Senin (12/10/2026), Basarnas Banten menyatakan operasi SAR hari kedua terus dilanjutkan.

Namun, laporan tersebut belum memastikan bahwa Deni berhasil dikeluarkan dari sumur.

Basarnas Ingatkan Bahaya Penggalian Sumur

Peristiwa di Malingping menjadi pengingat bahwa pekerjaan penggalian sumur memiliki risiko tinggi, terutama jika dinding tanah tidak memiliki penyangga yang memadai.

Tanah yang labil dapat runtuh sewaktu-waktu. Ketika pekerja berada di dasar lubang yang dalam, kesempatan untuk menyelamatkan diri pun sangat terbatas.

Karena itu, masyarakat perlu memastikan kestabilan tanah, menggunakan penyangga yang sesuai, serta menerapkan prosedur keselamatan sebelum memulai penggalian.

Pengawasan dan penggunaan peralatan yang tepat juga penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

Masyarakat sebaiknya tidak melakukan evakuasi mandiri ke dalam sumur yang mengalami longsor tanpa peralatan dan keahlian khusus.

Tindakan spontan dapat memicu runtuhan tambahan dan membahayakan orang lain.

Di tengah proses penyelamatan yang penuh tantangan, tim SAR terus berupaya menjangkau Deni.

Petugas mengutamakan keselamatan seluruh personel agar operasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban tambahan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar
Tujuh Botol Sampo Ternyata Berisi 3,6 Kg Kokain Cair, WNA Brasil Diciduk di Bali
Cekcok Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga Pakai Senapan Angin
Liburan ke Nusa Penida, Perhiasan Turis China Rp178 Juta Hilang dari Koper
Sempat Hilang Usai Menerima Orderan, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur
Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam
Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta
Sedang Tiduran, Pemilik Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Deni Tertimbun Longsor di Sumur 15 Meter, Tim SAR Berjuang Cegah Runtuhan Susulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Tujuh Botol Sampo Ternyata Berisi 3,6 Kg Kokain Cair, WNA Brasil Diciduk di Bali

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Cekcok Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga Pakai Senapan Angin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Sempat Hilang Usai Menerima Orderan, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur

Berita Terbaru