Kanselir Friedrich Merz Perkuat Poros Ekonomi Berlin-Beijing

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

BERLIN, POSNEWS.CO.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz akan bertolak ke Tiongkok pekan depan untuk kunjungan kenegaraan pertamanya sejak menjabat Mei lalu. Momentum ini menandai upaya serius Jerman untuk menstabilkan kemitraan strategis di tengah ketidakpastian tatanan global.

“Semoga Tahun Kuda membawa kekuatan dan dorongan baru bagi hubungan Jerman-Tiongkok,” tulis Merz melalui platform X. Oleh karena itu, kunjungan dua hari ini menjadi sinyal kuat bahwa Berlin kini memprioritaskan “keseimbangan kerja sama” guna menjaga napas ekonominya.

Aliansi yang Retak dan Tekanan Tarif AS

Langkah Merz untuk mendekat ke Beijing bukan tanpa alasan. Menteri Ekonomi Jerman, Katherina Reiche, memperingatkan bahwa aliansi tradisional yang selama ini Jerman andalkan mulai runtuh. Pasalnya, kebijakan tarif tinggi dari Washington telah membuat barang-barang Jerman kehilangan daya saing di pasar Amerika Serikat.

Data dari Destatis menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan. Ekspor Jerman ke AS merosot tajam sebesar 9,3 persen pada tahun 2025. Sektor otomotif bahkan mengalami penurunan pengiriman hingga 17,5 persen. Akibatnya, Jerman terpaksa mencari mitra baru guna mengompensasi kerugian di pasar transatlantik tersebut.

Baca Juga :  Pertaruhan Takaichi: Jepang Gelar Pemilu Dini Februari

Delegasi Raksasa dan Integrasi Teknologi AI

Merz tidak datang sendirian. Ia membawa delegasi besar yang mencakup pimpinan perusahaan raksasa seperti Volkswagen, Mercedes-Benz, BMW, Siemens, hingga Bayer. Selanjutnya, sektor otomotif tetap menjadi penggerak utama lokalisasi bisnis Jerman di Tiongkok.

CEO BMW, Oliver Zipse, menegaskan bahwa kerja sama dengan Beijing adalah hal yang fundamental bagi kesuksesan ekonomi global. “Inovasi tidak lahir dari isolasi,” ujar Zipse. Sebagai langkah nyata, BMW kini mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dari startup Tiongkok, DeepSeek, ke dalam model kendaraan terbaru mereka. Bahkan, Audi dan Volkswagen juga telah menandatangani serangkaian kesepakatan digital dengan firma teknologi lokal guna mempercepat integrasi sistem pintar di mobil listrik mereka.

Investasi Besar dan Hubungan “Mitra, Bukan Rival”

Investasi langsung Jerman di Tiongkok mencatatkan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, mencapai lebih dari 7 miliar euro. Raksasa kimia BASF baru saja membuka kompleks senilai 8,7 miliar euro, sementara Bayer meluncurkan pusat inovasi di Shanghai. Kota Taicang di dekat Suzhou kini bahkan menjadi rumah bagi lebih dari 560 perusahaan yang didanai Jerman.

Baca Juga :  Tanpa Afrika, Dunia Tak Bisa Modern: Wang Yi Tutup Tur

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyambut baik arah kebijakan Berlin ini. Dalam pertemuan di Munich baru-baru ini, ia menekankan bahwa Tiongkok dan Eropa harus saling memandang sebagai mitra, bukan “rival sistemik”. Dengan demikian, Tiongkok berkomitmen untuk memfasilitasi lingkungan bisnis yang berstandar tinggi bagi perusahaan Jerman agar dapat berbagi peluang pembangunan.

Pada akhirnya, kunjungan Merz ini akan menjadi ujian bagi kemampuan Jerman dalam menavigasi persaingan raksasa global. Berlin berupaya keras untuk menolak kebijakan pemutusan hubungan (decoupling) ekonomi. Melalui sinergi teknologi dan penguatan perdagangan bilateral, Jerman berharap dapat membangun kedaulatan ekonomi yang lebih tangguh menghadapi gejolak dunia di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan
Prediksi Cuaca Jabodetabek Jumat 17 April 2026, Siang Cerah – Sore Hujan Disertai Petir
5 Tools Kecerdasan Buatan yang Wajib Anda Gunakan di 2026
Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung
Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total
Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya
PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa
Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:34 WIB

Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Jumat, 17 April 2026 - 07:05 WIB

Prediksi Cuaca Jabodetabek Jumat 17 April 2026, Siang Cerah – Sore Hujan Disertai Petir

Jumat, 17 April 2026 - 07:04 WIB

5 Tools Kecerdasan Buatan yang Wajib Anda Gunakan di 2026

Kamis, 16 April 2026 - 18:20 WIB

Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung

Kamis, 16 April 2026 - 17:13 WIB

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Berita Terbaru

Ilustrasi, Selamat tinggal masa transisi. Di tahun 2026, AI telah menjadi

INTERNASIONAL

5 Tools Kecerdasan Buatan yang Wajib Anda Gunakan di 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 07:04 WIB

Runtuhnya era Orban. Partai oposisi Tisza pimpinan Peter Magyar meraih kemenangan telak dalam pemilu Hungaria 2026, mengakhiri kekuasaan panjang Viktor Orban dan menjanjikan kembalinya aliansi kuat dengan Uni Eropa serta NATO. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:13 WIB