DPR RI Dikepung Mahasiswa Hari Ini, Tuntut Harga BBM dan Sembako Turun

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, demo mahasiswa di depan gedung   DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, demo mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang demonstrasi mahasiswa kembali mengguncang Ibu Kota.

Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).

Massa aksi akan membawa berbagai tuntutan yang menyasar isu ekonomi, politik, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seruan aksi tersebut sebelumnya diunggah melalui akun Instagram Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti.

Dalam agenda yang beredar, mahasiswa dijadwalkan mulai berkumpul dan bergerak menuju Gedung DPR RI pada siang hari.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Aisyah, membenarkan rencana aksi tersebut. Ia mengatakan jumlah peserta yang akan turun ke jalan diperkirakan mencapai 500 mahasiswa.

Menurutnya, aksi tidak hanya melibatkan mahasiswa Universitas Trisakti, tetapi juga mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Undira) dan Universitas Esa Unggul.

“Perkiraan sekitar 500 orang. Kami tidak sendiri karena ada kawan-kawan dari Undira dan Universitas Esa Unggul. Kemungkinan kami tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Aisyah, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Etomidate hingga Sabu di Rokok Elektrik Bikin Geger

Mahasiswa Desak Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

Pertama, mahasiswa mendesak pemerintah memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Mereka menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok, menekan harga BBM, meningkatkan ketersediaan BBM subsidi, serta menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami menuntut pemulihan ekonomi dan politik, termasuk menurunkan harga bahan pokok, menurunkan harga BBM, meningkatkan ketersediaan BBM subsidi, dan menghentikan pemborosan APBN,” kata Aisyah.

Desak Evaluasi Total Program MBG

Selain isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Mereka meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan program tersebut untuk dilakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus memperbaiki pola komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

Mahasiswa menilai evaluasi diperlukan agar program berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Idul Fitri Jatuh 20 Maret

Tolak Represivitas dan Militerisme

Tuntutan ketiga berkaitan dengan supremasi sipil dan isu hak asasi manusia. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap revisi atau perluasan kewenangan dalam UU Polri yang dinilai berpotensi mengurangi ruang demokrasi.

Selain itu, mereka juga mendesak pembebasan tahanan politik, penghentian tindakan represif aparat, serta menolak praktik militerisme di Indonesia Timur maupun dalam ranah sipil.

Tak hanya itu, massa aksi juga menyuarakan penolakan terhadap sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Polisi Siapkan Pengamanan

Seperti aksi-aksi sebelumnya, aparat kepolisian diperkirakan akan menyiagakan personel untuk mengamankan jalannya demonstrasi di kawasan parlemen Senayan.

Pengendara yang melintas di sekitar Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, dan kawasan DPR RI diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas akibat konsentrasi massa aksi pada siang hingga sore hari.

Hingga Jumat pagi, belum ada informasi mengenai pengalihan arus lalu lintas.

Namun, masyarakat diminta memantau perkembangan situasi dan rekayasa lalu lintas yang kemungkinan diberlakukan secara situasional oleh petugas di lapangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Sita Alphard dan Tetapkan Tersangka Baru GHS dalam Kasus MBG
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga
Jokowi Turun ke Daerah Lagi, Lampung Jadi Lokasi Kunjungan Pertama
Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat
KPK Temukan Celah Korupsi dalam E-Katalog dan Pengadaan Digital
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:47 WIB

DPR RI Dikepung Mahasiswa Hari Ini, Tuntut Harga BBM dan Sembako Turun

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:34 WIB

Kejagung Sita Alphard dan Tetapkan Tersangka Baru GHS dalam Kasus MBG

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:08 WIB

Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:28 WIB

Jokowi Turun ke Daerah Lagi, Lampung Jadi Lokasi Kunjungan Pertama

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:35 WIB

Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat

Berita Terbaru