JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menggerakkan seluruh jajaran Kementerian HAM Republik Indonesia (KemenHAM RI) di berbagai daerah untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak El Nino yang semakin terasa di sejumlah wilayah Indonesia.
Instruksi tersebut menekankan kerja cepat, koordinasi lintas sektor, dan kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat.
Pigai meminta seluruh kantor wilayah KemenHAM RI tidak hanya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga aktif memantau kondisi lapangan agar dampak sosial akibat cuaca ekstrem dapat segera direspons.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh jajaran KemenHAM RI di Indonesia harus bahu-membahu bersama pemerintah daerah dalam langkah-langkah pengendalian dampak El Nino,” ujar Pigai dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Waspadai Karhutla hingga Gagal Panen
Pigai menyebut musim kering berkepanjangan berpotensi memicu karhutla, kekeringan, krisis air, dan gagal panen.
Ia menginstruksikan jajaran KemenHAM RI memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan pihak terkait untuk mempercepat antisipasi.
Pemerintah memperkuat pengendalian karhutla melalui OMC, water bombing, helikopter, dan pesawat pemadam di wilayah rawan.
Aparat Diminta Hadir di Tengah Warga
Pigai menegaskan bahwa jajaran KemenHAM RI harus turun langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat dinilai penting untuk memastikan kelompok rentan memperoleh perlindungan dan bantuan yang diperlukan.
“Seluruh jajaran KemenHAM RI harus aktif turun ke masyarakat dan memperkuat langkah antisipasi bersama pihak terkait,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan El Nino tidak boleh berhenti pada upaya pemadaman kebakaran atau pengendalian bencana semata.
Pemerintah juga harus memastikan hak masyarakat atas air, pangan, kesehatan, dan rasa aman tetap terpenuhi selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan dampak El Nino, kekeringan, dan risiko karhutla.**
Editor : Hadwan













