Dua Napi Belanda “Kelas Kakap” Dipulangkan, RI–Belanda Patungan Urus Pemindahan

Senin, 8 Desember 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat pemerintah menjelaskan pemindahan dua narapidana Belanda dalam konferensi pers. (Posnews/Kumhamimipas)

Pejabat pemerintah menjelaskan pemindahan dua narapidana Belanda dalam konferensi pers. (Posnews/Kumhamimipas)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dua narapidana narkotika asal Belanda yang sempat menjalani masa penahanan akhirnya dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia, pada Senin (8/12/2025).

Kedua napi tersebut adalah Siegfried Mets (74), terpidana mati kasus psikotropika, dan Ali Tokman (65), napi narkoba seumur hidup.

Keduanya diberangkatkan ke Amsterdam setelah Indonesia dan Belanda merampungkan urusan administrasi dan teknis.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Aturan Usai KUHP dan KUHAP Baru Berlaku, Penanganan Korupsi Dipastikan Aman

Deputi Bidang Koordinasi Imigrasi dan Penegakan Hukum, I Nyoman Gede Surya Mataram, menegaskan pemindahan dua napi itu resmi dan legal, sekaligus bentuk kerja sama penegakan hukum.

Pemindahan ini berdasar permohonan resmi Pemerintah Belanda dan telah disetujui otoritas Indonesia,” ujarnya.

Sudah Stabil, Langsung Dipulangkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siegfried sebelumnya masuk RS Polri akibat cedera fraktur karena terjatuh. Setelah dinyatakan stabil, ia langsung masuk daftar pemindahan.

Baca Juga :  RUU Keamanan Siber Rampung Dibahas, Menkum Pastikan TNI Tak Jadi Penyidik

Ali Tokman lebih beruntung, kondisinya sehat, meski punya riwayat hipertensi.

Nyoman memastikan prosedur HAM, hukum, dan keamanan semua dipenuhi.

Setelah semua siap, kedua napi diangkut pesawat KLM dari Bandara Soekarno–Hatta. Belanda menanggung seluruh biaya pemindahan, mulai dari medis sampai logistik. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB