E-Voting Pilkada Digodok Pemerintah, PDIP Ingatkan Kedaulatan Rakyat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wacana perubahan pemilihan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus bergulir. Pemerintah mulai membuka pintu penerapan e-voting dalam pemilu dan pilkada.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, sistem pemungutan suara berbasis elektronik layak dikaji demi memangkas waktu dan biaya politik yang selama ini membengkak.

Prasetyo menyebut, wacana e-voting bukan isu baru. Setiap evaluasi sistem pemilu, pemerintah selalu membahas pemanfaatan teknologi, mulai dari proses pencoblosan hingga penghitungan suara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“E-voting selalu dibahas. Bukan hanya soal cara memilih, tapi juga pengelolaan hasil pemilu,” kata Prasetyo di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  Sekolah Yayasan Baitul Akbar Parabek Bertahan Meski Minim Dukungan Pemerintah

Ia menyoroti lamanya proses rekapitulasi suara berjenjang yang kerap memicu polemik. Menurutnya, sistem elektronik seperti e-rekap bisa menjadi solusi untuk mempercepat penghitungan dan menekan potensi konflik.

“Dengan digitalisasi, rekap suara bisa dipangkas waktunya,” tegasnya.

Namun, wacana ini langsung bersinggungan dengan isu sensitif demokrasi. Di tengah dorongan teknologi, PDIP menegaskan tetap ngotot mempertahankan pilkada langsung oleh rakyat.

Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, menegaskan pilkada langsung merupakan harga mati demi menjaga kedaulatan rakyat.

Baca Juga :  Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

“Pilkada langsung tidak boleh diganggu gugat. Itu hak rakyat untuk memilih pemimpinnya,” ujarnya saat membacakan hasil Rakernas I PDIP.

Meski begitu, PDIP mengakui biaya politik pilkada kian mencekik. Karena itu, partai banteng mendorong penerapan teknologi, termasuk e-voting, untuk menekan anggaran tanpa merusak demokrasi.

Rakernas PDIP bahkan secara tegas merekomendasikan pilkada berbiaya murah melalui e-voting, penindakan tegas politik uang, serta penghentian praktik mahar politik.

Wacana e-voting pun kini berada di persimpangan: antara efisiensi teknologi dan kekhawatiran masa depan demokrasi elektoral Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan
Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi
Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk
PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK
Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta
Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:18 WIB

PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK

Berita Terbaru

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB

Setahun pasca gencatan senjata Gaza pimpinan Donald Trump, serangan militer Israel tetap berlanjut dan rekonstruksi mangkrak. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:30 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen menjaga kebebasan dan memperkuat pertahanan nasional dalam pidato Hari Nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:07 WIB