LONDON, POSNEWS.CO.ID – Di tengah badai tekanan politik global, para pemimpin Eropa menunjukkan solidaritas yang kokoh bagi Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy hadir langsung dalam pembicaraan krisis di Downing Street, London, pada Senin malam (08/12/2025).
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Turut hadir Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Selain itu, tujuh pemimpin negara Eropa lainnya serta petinggi NATO dan Uni Eropa (EU) bergabung melalui sambungan telepon.
Pertemuan ini membawa misi mendesak. Tujuannya, mereka ingin memecahkan kebuntuan terkait penggunaan aset negara Rusia yang membeku untuk mendanai pertahanan Kyiv.
Sinyal Positif “Pinjaman Reparasi”
Downing Street mengumumkan hasil yang menggembirakan. Menurut pernyataan resmi, para pemimpin berhasil mencapai “kemajuan positif” dalam upaya memanfaatkan aset berdaulat Rusia yang terimmobilisasi.
Faktanya, lebih dari £180 miliar (sekitar Rp3.600 triliun) aset Rusia telah membeku di bank-bank Eropa sejak invasi 2022. Rencananya, EU akan menyalurkan £78 miliar dari dana tersebut dalam bentuk “pinjaman reparasi” tahun depan.
Konsepnya cukup unik. Nantinya, Moskow harus membayar ganti rugi perang kepada Ukraina. Kyiv akan menggunakan uang reparasi tersebut untuk melunasi pinjaman ke EU. Dengan begitu, lembaga keuangan Eropa tetap aman secara finansial.
“Sekarang adalah momen kritis bagi Ukraina,” tegas para pemimpin dalam pernyataan bersama. Mereka berjanji meningkatkan tekanan ekonomi pada Moskow untuk mengakhiri perang barbar ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Belgia Masih Jadi Batu Sandungan
Meskipun mayoritas setuju, rencana ini masih terganjal satu hambatan besar: Belgia. Pasalnya, sekitar £160 miliar aset Rusia tersimpan di Euroclear, lembaga penyimpanan sekuritas yang berbasis di Brussels.
Pemerintah Belgia khawatir akan menghadapi tuntutan hukum dan pembalasan dari Rusia jika aset tersebut disita. Oleh karena itu, PM Inggris Keir Starmer berencana melobi langsung PM Belgia Bart De Wever pada Jumat mendatang.
Inggris sendiri siap menyerahkan £8 miliar aset beku di wilayahnya. Namun, London ingin melakukannya secara kolektif bersama mitra Eropa lainnya.
Respons Terhadap Kritik Trump
Solidaritas Eropa ini muncul sebagai respons langsung atas kritik tajam Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengaku “sedikit kecewa” pada Zelenskyy. Ia mengklaim Zelenskyy tidak membaca proposal damai AS dan menuduh rakyat Ukraina sebenarnya menyukai rencana tersebut.
Sebaliknya, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan sejengkal pun wilayahnya. “Rusia bersikeras agar kami menyerahkan wilayah, tapi kami tidak ingin menyerahkan apa pun,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sementara itu, dokumen strategi keamanan nasional AS yang baru dirilis menunjukkan pergeseran fokus Washington. Gedung Putih ingin memperbaiki hubungan dengan Rusia dan menegaskan bahwa NATO tidak boleh menjadi aliansi yang berekspansi selamanya.
Kini, bola panas berada di tangan para pemimpin EU yang akan bertemu pada 18-19 Desember nanti. Jika mereka berhasil meyakinkan Belgia, Ukraina akan mendapatkan suntikan dana segar yang sangat mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: The Guardian




















