Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Pastikan Seluruh Kasus Korupsi Tetap Diproses

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna. (Posnews/ist)

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tidak akan menghentikan maupun memperlambat penanganan perkara korupsi.

Seluruh proses penyidikan, penuntutan, hingga pengembangan kasus dipastikan tetap berjalan sesuai aturan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah pada Sabtu (11/7/2026). Kepastian itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada Sabtu, 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” ujar Anang dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Kasus Kuota Haji Kemenag, KPK Tunggu Hasil Audit BPK Sebelum Tetapkan Tersangka

Menurut Anang, Febrie mengambil keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, independensi, dan objektivitas penegakan hukum.

Langkah itu juga diambil karena terdapat proses hukum yang sedang ditangani penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Meski terjadi pergantian pejabat, Kejagung memastikan roda organisasi Jampidsus tetap bergerak tanpa hambatan.

Seluruh jaksa dan penyidik tetap menjalankan tugasnya sehingga berbagai perkara korupsi yang sedang ditangani tidak akan terhenti.

“Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan seluruh tugas, fungsi, serta penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan normal sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Anang.

Baca Juga :  UMKM Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global, Ini Strategi Mendag di APEC

Selain memastikan kesinambungan penegakan hukum, Kejagung juga mengajak masyarakat menghormati setiap proses yang sedang berlangsung.

Kejagung mengajak semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah hingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Kejagung juga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak pidana korupsi secara profesional, transparan, independen, dan akuntabel.

Dengan demikian, setiap perkara akan diproses sesuai ketentuan hukum tanpa terpengaruh dinamika pergantian pejabat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat, Ini Perannya dalam Kasus Penyadapan
Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?
1.468 Titik Panas Karhutla, Kalteng Paling Mengkhawatirkan
DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan
Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan
Purnawirawan Polri Dukung Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan
Jokowi tunjukkan ijazah di sidang Roy Suryo

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:41 WIB

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 November 2026 - 21:12 WIB

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat, Ini Perannya dalam Kasus Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 November 2026 - 16:55 WIB

DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 16:44 WIB

Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan

Berita Terbaru

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi saat meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 di Mabes Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:41 WIB

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB