Drone Iran Hantam Kedubes AS di Riyadh Saat Israel Invasi Lebanon Selatan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

RIYADH, POSNEWS.CO.ID – Dunia menyaksikan eskalasi militer yang mengerikan pada hari keempat konfrontasi besar di Timur Tengah. Drone bersenjata milik Iran menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa petang.

Serangan tersebut menyebabkan kebakaran kecil di area gedung diplomatik. Oleh karena itu, otoritas misi diplomatik segera menginstruksikan seluruh warga Amerika di Arab Saudi untuk menjauhi area kompleks tersebut. Insiden ini terjadi setelah serangan drone serupa menghantam Kedubes AS di Kuwait, menandai strategi Iran yang secara sistematis mengincar fasilitas dan personel Amerika di negara-negara Teluk.

Israel Luncurkan Operasi Darat di Lebanon

Di perbatasan utara, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan pergeseran strategi militer secara drastis. Ia memerintahkan tentara Israel untuk “bertahan dan maju” ke wilayah Lebanon Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini merupakan pengakuan resmi pertama bahwa kampanye melawan Hezbollah kini melibatkan operasi darat, bukan sekadar gempuran udara. Akibatnya, wilayah Lebanon di selatan Sungai Litani kini hampir kosong melompong setelah warga sipil melarikan diri dari zona tempur. Pinggiran selatan Beirut bahkan berubah menjadi “kota hantu” akibat bombardir udara Israel yang menghancurkan biro politik dan kantor media Hezbollah, al-Manar.

Baca Juga :  Jepang Jajaki Ekspor Kapal Perang Mogami ke Selandia Baru

Trump dan Netanyahu: “Perang Ini Bisa Berlangsung Lama”

Di panggung politik internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer ini tidak akan berakhir dalam semalam. Berbicara kepada Fox News, Netanyahu menyebut perang ini bisa memakan waktu yang cukup lama guna memastikan jatuhnya rezim di Teheran.

Senada dengan itu, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang kontradiktif mengenai durasi perang. Meskipun awalnya merencanakan kampanye satu bulan, Trump kini mengakui bahwa operasi militer bisa berlangsung “jauh lebih lama” guna menetralisir ancaman nuklir Iran secara total. Bahkan, pejabat Pentagon mulai memberikan sinyal mengenai kemungkinan pengiriman pasukan darat AS ke wilayah Iran yang luas dan bergunung-gunung.

Krisis Kemanusiaan dan Energi Global

Dampak kemanusiaan dari perang ini sangatlah memilukan. Laporan terbaru mencatat angka kematian di Iran berkisar antara 555 hingga 1.500 jiwa. Salah satu tragedi paling tragis adalah serangan yang menghantam sekolah dasar perempuan di Iran Selatan yang menewaskan 165 siswi.

Baca Juga :  TamΓ‘m Shud: Misteri Mayat di Pantai Adelaide

Di sisi lain, harga energi global melonjak ke titik tertinggi setelah Iran resmi menutup Selat Hormuz. Brigjen Ebrahim Jabbari dari Garda Revolusi Iran mengancam akan membom setiap kapal yang mencoba melintasi jalur vital tersebut. Alhasil, fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar di Qatar terpaksa berhenti beroperasi, sementara kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi menghentikan produksinya pasca-serangan drone.

Lebanon Melarang Aktivitas Militer Hezbollah

Konflik ini juga memicu krisis politik internal di Beirut. Pemerintah Lebanon secara mengejutkan mengeluarkan larangan total terhadap seluruh aktivitas militer dan keamanan Hezbollah.

Langkah ini muncul setelah publik mengecam Hezbollah karena menyeret Lebanon ke dalam perang yang merusak netralitas negara. Otoritas hukum Lebanon kini menginstruksikan penangkapan individu-individu yang bertanggung jawab atas peluncuran roket ke wilayah Israel. Namun, dengan 52 orang tewas dan 29.000 warga mengungsi di Lebanon, upaya de-eskalasi tampak sangat sulit tercapai di tengah mesin perang yang kian memanas di awal Maret 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB