Gubernur Pramono Warning Lonjakan Warga ke Jakarta Saat Nataru 2025–2026

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti lonjakan mobilitas warga yang diprediksi masuk ke Ibu Kota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa deretan event akhir tahun kini membanjiri Jakarta dan otomatis menarik arus besar pengunjung.Β “Jakarta sekarang ini banyak sekali event,” ujarnya.

Pramono menjelaskan bahwa rangkaian acara seni, olahraga, hingga budaya akan terus berlangsung hingga akhir 2025.

Menurutnya, kondisi ini menjadi pemicu utama meningkatnya pergerakan masyarakat.

Baca Juga :  LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

β€œMelihat perkembangan ekonomi dan banyaknya aktivitas, Jakarta sampai akhir tahun dipenuhi event kesenian, olahraga, budaya, dan lainnya,” jelasnya di Sari Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).

Selain itu, Pramono mengingatkan potensi kemacetan besar menjelang libur panjang. Mobilitas warga diprediksi meningkat, baik yang keluar kota maupun yang berlibur dan berbelanja di Jakarta selama Nataru.

Lonjakan aktivitas ini juga mengerek penggunaan transportasi publik. Ia mencontohkan rute Transjabodetabek Blok M–PIK 2 yang awalnya ditargetkan 2.000 penumpang per hari, kini diproyeksikan menembus 6.000–7.000 penumpang.

Baca Juga :  Prabowo: Indonesia Aman dari Ancaman Perang Dunia dan Siap Hadapi Krisis Energi

β€œKarena memang terpakai sekali. Bahkan Dirut Transjakarta menerima banyak keluhan soal kurangnya armada. Ini yang harus kita evaluasi lagi,” kata Pramono.

Pramono juga menyebut okupansi hotel di Jakarta melonjak tajam menjelang Nataru.

Ia menginstruksikan seluruh jajarannya memanfaatkan momentum ini untuk menggenjot pendapatan daerah, menjaga inflasi, serta memastikan Jakarta tetap aman dan nyaman bagi warga dan wisatawan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Konstitusi Bangun Digital Constitutional Court untuk Layanan Publik
Misteri 2.000 SGD Hilang, KPK Siap Periksa Ajudan Menhut dan Kapolres Kuansing
SIMASHAM: Aplikasi Pengaduan HAM KemenHAM untuk Laporan Cepat dan Transparan
Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung
Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian
Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla
Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok
Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Mahkamah Konstitusi Bangun Digital Constitutional Court untuk Layanan Publik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Misteri 2.000 SGD Hilang, KPK Siap Periksa Ajudan Menhut dan Kapolres Kuansing

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:13 WIB

SIMASHAM: Aplikasi Pengaduan HAM KemenHAM untuk Laporan Cepat dan Transparan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Berita Terbaru

Program promosi Intel Gamer Days membuat harga prosesor Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus turun di bawah MSRP, disertai bonus dua game senilai US$119,98. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Harga Core Ultra 270K Plus dan 250K Plus Turun di Bawah MSRP

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:00 WIB

BNN dan Brimob menggerebek Kampung Bahari Jakarta Utara. (Posnews/BNN)

HUKRIM

BNN Gerebek Kampung Bahari, Bos Narkoba MR Ditangkap

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:14 WIB

BB melaporkan sekitar 2,4 juta anak perempuan Afghanistan kehilangan akses pendidikan menengah sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:00 WIB