Musk vs OpenAI: Gugatan Pengkhianatan Misi Non-Profit

Selasa, 28 April 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Salah satu pertempuran hukum paling signifikan dalam industri teknologi resmi dimulai hari ini. Elon Musk berhadapan langsung dengan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, di pengadilan untuk menentukan arah masa depan kecerdasan buatan. Persidangan ini menyoroti perdebatan mendasar: apakah AI harus menjadi milik dunia atau hanya menguntungkan segelintir pihak.

Musk, yang merupakan salah satu pendiri asli OpenAI pada 2015, mengklaim bahwa Sam Altman telah menipu dirinya agar memberikan dukungan finansial. Catatan menunjukkan bahwa ia menyumbangkan sekitar $38 juta ke lab tersebut sebelum akhirnya keluar karena perbedaan visi. Kini, persaingan antara ChatGPT milik OpenAI dan Grok milik xAI (perusahaan AI milik Musk) menjadi latar belakang perseteruan ini.

Sejarah yang Retak: Dari Misi Altruistik ke Valuasi Raksasa

Dokumen pengadilan menunjukkan bagaimana Sam Altman berusaha meyakinkan Musk untuk mendukung OpenAI pada 2015 sebagai laboratorium nirlaba yang teknologinya “akan menjadi milik dunia.” Namun, Musk berpendapat bahwa Altman telah menyesatkan dirinya mengenai sifat altruistik misi tersebut.

Musk mengutip email dari Altman tahun 2017 yang menyatakan bahwa ia tetap antusias dengan struktur nirlaba tersebut. Namun, beberapa bulan kemudian, OpenAI justru mendirikan anak perusahaan komersial. OpenAI mengambil langkah ini untuk menarik investasi ratusan miliar dolar guna membiayai pusat data raksasa. Sejak saat itu, Microsoft telah menyuntikkan dana besar yang kini membuat kepemilikan mereka di OpenAI bernilai sekitar $135 miliar.

Tuntutan Musk: Miliaran Dolar dan Pemecatan Sam Altman

Dalam gugatannya, Musk tidak hanya mencari keuntungan pribadi. Ia menuntut agar OpenAI kembali ke struktur nirlaba murni dan memutuskan seluruh ikatan dengan Microsoft. Selain itu, Musk mendesak pengadilan untuk memecat Sam Altman dan presiden OpenAI, Greg Brockman, dari posisi kepemimpinan mereka.

Mengenai tuntutan ganti rugi sebesar $134 miliar, Musk bersumpah bahwa seluruh dana yang ia menangkan akan mengalir kembali ke yayasan nirlaba milik startup tersebut. Hakim Yvonne Gonzalez Rogers, yang memimpin persidangan, saat ini sedang mengevaluasi dasar perhitungan kerugian tersebut sebelum juri memberikan keputusan akhir yang mereka targetkan rampung pada akhir Mei.

Pembelaan OpenAI: Tuduhan Kampanye Pelecehan dan Ego

Pihak OpenAI memberikan tanggapan keras melalui unggahan di platform X. Mereka menolak gugatan tersebut dan menyebutnya sebagai “kampanye pelecehan” yang timbul akibat ego, kecemburuan, dan keinginan untuk menghambat kompetitor. OpenAI mengklaim bahwa perpisahan mereka dengan Musk terjadi karena keinginan Musk untuk mendapatkan kendali absolut atas perusahaan, bukan karena status nirlaba.

Baca Juga :  Turtle Beach Merilis Keyboard Gaming Vulcan II XP Air

“Kasus ini selalu tentang Elon yang ingin menghasilkan lebih banyak kekuasaan dan uang untuk apa yang dia inginkan,” tulis pihak OpenAI. Mereka juga menyinggung fakta bahwa Musk sempat menyerukan jeda pengembangan AI selama enam bulan tepat setelah ia memulai perlombaan AI dengan perusahaannya sendiri pada tahun 2023.

Dampak pada Masa Depan Etika AI

Hasil dari persidangan ini akan memberikan implikasi luas bagi industri teknologi global. Jika juri memihak Musk, struktur tata kelola OpenAI saat ini—yang menempatkan yayasan nirlaba di atas lengan komersialnya—bisa terancam. Hal ini juga dapat mengganggu rencana OpenAI untuk melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO).

Di tengah gejolak tahun 2026, persidangan ini bukan sekadar tentang uang, melainkan tentang siapa yang berhak mengendalikan teknologi yang orang anggap paling transformatif dalam sejarah manusia. Dunia kini menanti apakah sistem hukum AS akan mempertahankan visi keterbukaan atau mendukung fleksibilitas korporasi dalam inovasi teknologi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit
GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6
Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa
Fujifilm Gelontorkan 10 Miliar Yen Genjot Produksi Pita Magnetik
Honkai: Star Rail Version 4.7 Rilis 11 November: Debut Aeon Aha
Samsung Luncurkan Fitur Deteksi Sleep Apnea Berbasis AI
Android 17 Resmi Bergulir: Simak Jadwal Lengkap Pembaruan
Samsung Garap Tablet Lipat Raksasa 17 Inci

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:52 WIB

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 November 2026 - 16:00 WIB

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 November 2026 - 15:49 WIB

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 November 2026 - 13:34 WIB

Honkai: Star Rail Version 4.7 Rilis 11 November: Debut Aeon Aha

Minggu, 1 November 2026 - 12:31 WIB

Samsung Luncurkan Fitur Deteksi Sleep Apnea Berbasis AI

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB