Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman CCTV memperlihatkan serangan monyet liar terhadap anak di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Posnews/Ist)

Rekaman CCTV memperlihatkan serangan monyet liar terhadap anak di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Warga Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali diliputi kecemasan.

Seekor monyet liar menyerang seorang anak yang sedang berjalan kaki hingga mengalami luka serius di bagian wajah, Senin (12/10/2026).

Serangan monyet liar terbaru terjadi sekitar pukul 11.13 WIB. Anak tersebut dilaporkan mengalami luka akibat gigitan dan cakaran di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, dahi, hidung, bibir, bahu kiri, dan pergelangan tangan. Korban disebut harus menjalani puluhan jahitan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan mendadak itu menambah daftar anak yang menjadi korban keganasan monyet liar di kawasan permukiman tersebut.

Warga kini khawatir membiarkan anak-anak bermain di luar rumah karena hewan itu masih berkeliaran dan belum berhasil ditangkap.

Setelah kejadian, korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, polisi bersama anggota di lapangan berupaya mencari keberadaan monyet yang diduga menyerang anak tersebut.

Kapolsek Tarumajaya AKP I Gede Bagus Ariska Sudana mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.

“Begitu menerima laporan dari warga, anggota kita langsung mendatangi TKP. Kita sudah melakukan pencarian ke lapangan bersama anggota, tetapi monyet tersebut belum ditemukan,” kata Gede, Senin (12/10/2026).

Polisi menduga monyet yang menyerang korban terbaru kemungkinan merupakan hewan yang sama dengan yang sebelumnya melukai sejumlah anak di lingkungan tersebut.

Baca Juga :  Rutan Depok Gelar Skrining HPV dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Binaan

Namun, dugaan itu masih perlu dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut.

Monyet Belum Tertangkap, Orang Tua Khawatir

Belum tertangkapnya monyet liar tersebut membuat warga waswas. Mereka khawatir serangan serupa kembali terjadi, terutama terhadap anak-anak yang belum memahami bahaya ketika berhadapan dengan hewan liar.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap kemunculan monyet tersebut kepada petugas.

“Warga masyarakat sekitar diharapkan waspada dan berhati-hati. Jika melihat binatang tersebut, segera laporkan kepada petugas. Kemungkinan dari korban pertama hingga korban yang sekarang, monyetnya sama,” ujarnya.

Warga juga berharap instansi terkait segera turun tangan untuk membantu pencarian dan mengamankan hewan tersebut tanpa membahayakan masyarakat maupun satwa.

Selama monyet belum ditemukan, orang tua sebaiknya mendampingi anak ketika beraktivitas di luar rumah.

Warga juga perlu menghindari upaya menangkap atau memojokkan hewan itu sendiri karena tindakan tersebut dapat memicu perilaku agresif.

Sebelumnya, Balita Dua Tahun Harus Mendapat 26 Jahitan

Serangan terbaru ini mengingatkan warga pada kejadian pada Maret 2026. Saat itu, seorang balita berusia dua tahun juga menjadi korban serangan monyet liar di kawasan Perumahan Bali Indah.

Bibi korban, Uut Supriati (38), menceritakan bahwa keponakannya sedang bermain mobil-mobilan di sekitar rumah setelah selesai mandi dan berganti pakaian.

Uut mengaku baru menyadari kejadian tersebut setelah mendengar tangisan keras dari luar. Ketika bergegas memeriksa, ia mendapati keponakannya terluka hingga darah mengalir di lantai.

Baca Juga :  Tim Pidsus Kejari Jakut Bekuk Terpidana Korupsi Buron 15 Bulan - Langsung Digiring ke Lapas

“Saya lihat dia sudah miring. Pas saya pegang, ternyata ada darah di keramik. Lukanya di bagian belakang,” kata Uut saat menceritakan kejadian tersebut pada Maret lalu.

Keluarga segera membawa balita itu ke rumah sakit. Luka gigitan dan cakaran di bagian punggung korban cukup serius hingga dokter harus memberikan 26 jahitan.

Menurut Uut, serangan terhadap keponakannya bukan kejadian pertama. Ia mendapat informasi bahwa sedikitnya tiga anak pernah menjadi korban serangan monyet liar di kawasan tersebut.

“Setahu saya ada tiga korban. Yang paling parah itu yang kedua, sampai luka besar di bagian kepala,” ungkapnya.

Warga mengaku heran dengan kemunculan monyet tersebut karena sebelumnya mereka tidak terbiasa melihat hewan itu berkeliaran di lingkungan perumahan.

Warga Minta Penanganan Cepat

Rentetan serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Warga berharap pemerintah daerah dan petugas penyelamatan satwa segera berkoordinasi untuk menemukan serta mengevakuasi monyet liar itu.

Selain pencarian, petugas perlu memastikan penanganan berlangsung aman bagi warga dan hewan. Masyarakat juga diharapkan tidak mengejar, melempari, atau mencoba menangkap monyet secara mandiri.

Jika melihat monyet tersebut, warga sebaiknya menjaga jarak, membawa anak-anak masuk ke tempat aman, dan segera menghubungi petugas.

Serangan berulang ini menjadi peringatan bahwa keselamatan anak di lingkungan permukiman perlu mendapat perhatian serius.

Warga berharap penanganan segera membuahkan hasil agar keluarga tidak terus dihantui kekhawatiran setiap kali anak-anak keluar rumah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual
Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan
Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar
Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?
Hujan Lebat Mengintai Bogor dan Depok, Simak Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor
Pagi Cerah, Sore Berpotensi Hujan! Cek Cuaca Jabodetabek Sabtu Ini
Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Jadi Jalur Alternatif, Target Rampung 2027

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Berita Terbaru

Hakim federal AS melarang Donald Trump menayangkan iklan politik menggunakan dana pajak rakyat senilai 20 juta dolar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:00 WIB