Trump Beri Ultimatum: “Datang ke Meja Perundingan!”

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menaikkan suhu geopolitik global pada hari Rabu (28/1). Melalui media sosial, ia mengeluarkan peringatan keras kepada Iran: segera kembali ke meja perundingan untuk kesepakatan nuklir, atau hadapi konsekuensi militer yang menghancurkan.

Trump, yang menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 pada masa jabatan pertamanya, kini menggunakan pendekatan tekanan maksimum. Ia mencatat bahwa peringatan terakhirnya kepada Iran diikuti oleh serangan militer pada bulan Juni lalu.

“Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan biarkan itu terjadi lagi,” tulis Trump. Ia mengulangi klaimnya bahwa sebuah “armada” AS sedang bergerak menuju Republik Islam tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Trump juga menawarkan jalan keluar. “Semoga Iran akan cepat ‘Datang ke Meja’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara – TANPA SENJATA NUKLIR… Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!”

Baca Juga :  Portugal Gulung Uzbekistan 5 - 0 di Piala Dunia

Respons Teheran: “Jari di Pelatuk”

Ancaman tersebut tidak membuat Teheran gentar. Ali Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, segera membalas via platform X. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan militer dari Amerika Serikat akan mengakibatkan Iran menargetkan AS, Israel, dan siapa pun yang mendukung mereka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, memperkuat pesan tersebut dengan bahasa militer yang gamblang.

“Angkatan bersenjata Iran sudah siap – dengan jari mereka di pelatuk – untuk segera dan dengan kuat merespons SETIAP agresi,” peringat Araqchi.

Meski demikian, Araqchi tetap membuka celah diplomasi bersyarat. Ia menyatakan Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan dan adil, asalkan setara dan “bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi.”

Armada Tempur Telah Tiba

Di lapangan, ancaman “armada” Trump bukan isapan jempol. Dua pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters pada hari Senin bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perang pendukungnya telah tiba di Timur Tengah.

Baca Juga :  SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Kapal-kapal perang tersebut mulai bergerak dari wilayah Asia-Pasifik pekan lalu. Pergerakan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan pasca-tindakan keras berdarah terhadap protes di Iran oleh otoritas ulama dalam beberapa pekan terakhir.

Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi jika Iran terus membunuh pengunjuk rasa. Namun, demonstrasi nasional terkait kesulitan ekonomi dan represi politik tersebut kini dilaporkan telah mereda.

Prediksi Keruntuhan Ekonomi

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan penilaian tajam di hadapan komite kongres pada Rabu pagi. Ia menyebut pemerintah Iran mungkin berada dalam kondisi “lebih lemah daripada sebelumnya”.

Rubio menyoroti ekonomi Iran yang sedang runtuh dan memprediksi bahwa protes akan kembali meletus. Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim pihaknya telah merancang rencana operasional untuk menghadapi “semua skenario”, termasuk konfrontasi langsung dengan kekuatan adidaya tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Berita Terbaru

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:10 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB