Ibu Hamil Ditandu 7 Km di Maros, DPR Minta Pemda Perbaiki Jalan Rusak

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras. Dok: Gerindra

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras. Dok: Gerindra

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kondisi infrastruktur jalan yang rusak semakin membuat sengsara hidup masyarakat Maros, Sulawesi Selatan. 

Seorang ibu hamil ditandu sejauh 7 kilometer di pedalaman Maros, Sulawesi Selatan, memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras.

Politikus Gerindra itu menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak boleh tinggal diam menghadapi penderitaan rakyat di pelosok.

Ia menilai, buruknya akses jalan menuju fasilitas kesehatan adalah bukti lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang,” ujar Iwan, Senin (20/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah tindak lanjut, Iwan meminta Pemda proaktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar persoalan infrastruktur segera teratasi.

Dikatakan, pembangunan jalan dan jembatan merupakan tanggung jawab negara yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.

“Kalau ruang fiskal daerah sempit, ajukan ke pusat. Apalagi Presiden Prabowo sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Gunakan kesempatan itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Terduga Pemerkosa Difabel Tewas Diseret Massa, Kronologi Brutal di Gowa

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, Kementerian PUPR sebagai mitra Komisi V DPR siap memberikan bantuan teknis dan anggaran sesuai dengan usulan daerah. 

Ia menegaskan, pemerintah melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 memfokuskan pembangunan untuk mendukung swasembada pangan, energi, konektivitas, serta sektor pariwisata.

Sebagai perbandingan, sebagian besar proyek IJD difokuskan ke wilayah Indonesia timur, termasuk Kabupaten Maros yang dinilai memenuhi kriteria prioritas karena merupakan sentra pertanian produktif.

“Maros punya banyak kawasan tani. Jalan yang baik akan memperlancar hasil panen dan mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Iwan.

Selain itu, Iwan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar pembangunan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

“Komisi V DPR siap mendorong Kementerian PUPR untuk memfasilitasi pembangunan jalan di Maros dan daerah terpencil lainnya,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Diampuni, Pemutihan Iuran Dimulai Akhir 2025 - Ini Syaratnya

Menurutnya, inisiatif Pemda menjadi faktor penentu dalam percepatan pembangunan. Tanpa laporan dan koordinasi yang jelas, pemerintah pusat sulit menyalurkan bantuan.

“Kalau Pemda diam, pusat tidak akan tahu kebutuhan nyata di lapangan,” pungkasnya.

Kisah Pilu di Pedalaman Maros

Sebelumnya, video yang viral di media sosial memperlihatkan perjuangan warga menandu ibu hamil bernama Nina (21) sejauh 7 kilometer dari Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu.

Kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan tidak bisa melintas. Akibatnya, warga menggunakan bambu sebagai tandu darurat untuk membawa Nina menuju Puskesmas Tompobulu.

Beruntung, Nina berhasil melahirkan bayi laki-laki dalam keadaan sehat. Namun, dua hari kemudian ia terpaksa berjalan kaki melewati jalur berlumpur yang sama untuk pulang ke rumahnya.

Kisah itu menyulut gelombang simpati dan kemarahan publik, sekaligus kritik keras terhadap lambannya kinerja Pemda Maros dalam memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB