India Pacu Swasembada Sawit, Indonesia Perketat Ekspor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia mempertahankan larangan ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) dan minyak jelantah (Used Cooking Oil). Kebijakan ini bertujuan mengamankan pasokan bahan baku industri biodisel dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan domestik. selain itu, Indonesia berencana memusatkan ekspor kelapa sawit melalui Badan Usaha Milik Negara.

Namun, pelaku industri di India melihat langkah Indonesia sebagai peluang besar. India langsung mempercepat agenda swasembada minyak makan nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.

Baca Juga :  Ekspor Sawit Melonjak Tipis, Indonesia Tetap Alami Defisit

Ekspansi Perkebunan Sawit dan Peningkatan Hasil Tani

Pemerintah India meluncurkan Misi Nasional Minyak Makan Kelapa Sawit (NMEO-OP) sejak tahun 2021. Selanjutnya, India mengencangkan target perluasan lahan sawit hingga 650 ribu hektar pada periode 2025–2026. Hingga Maret 2026, India telah merealisasikan perkebunan sawit seluas 640 ribu hektar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, produksi minyak sawit mentah domestik India diproyeksikan melonjak hingga 1,5 juta ton pada 2030. Negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana kini menyumbang 98 persen total produksi sawit India. Selain itu, para petani di kawasan tersebut berhasil melipatgandakan pendapatan mereka hingga tiga kali lipat.

Baca Juga :  Inggris Gagal Tundukkan Ghana pada Laga Kedua

Keberlanjutan Lingkungan dan Inovasi Energi Hijau

Selain meningkatkan ketahanan pangan, India mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan pada sektor sawit. Pemerintah India mengarahkan pembukaan lahan baru khusus pada tanah terdegradasi. Langkah ini efektif melindungi kawasan hutan lindung dari ancaman deforestasi.

Sementara itu, perusahaan Godrej Agrovet memanfaatkan limbah cair POME untuk memproduksi biogas terkompresi. Industri India juga menerapkan sistem irigasi tetes guna menghemat konsumsi air bersih. Oleh karena itu, pembatasan ekspor dari Indonesia justru memicu lonjakan investasi energi hijau di India.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!
Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali
HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh
Sosok Irjen Adex Yudiswan, Polisi Humanis yang Kini Jadi Wakapolda Metro Jaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB