Indonesia Fatherless Country: Ketika Ayah Ada Fisiknya, Tapi Hilang Jiwanya

Selasa, 25 November 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayah ada di rumah, tapi rasanya asing? Indonesia masuk jajaran negara

Ayah ada di rumah, tapi rasanya asing? Indonesia masuk jajaran negara "Fatherless" tertinggi dunia. Simak dampak serius hilangnya peran ayah bagi mental anak. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebuah label menyedihkan melekat pada bangsa kita belakangan ini. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara “Fatherless Country” tertinggi di dunia.

Istilah ini tidak merujuk pada tingginya angka anak yatim. Sebaliknya, label ini menggambarkan kondisi anak-anak yang masih memiliki ayah, namun “yatim piatu” secara psikologis.

Ayah mereka masih hidup dan tinggal satu atap. Namun, kehadiran sang ayah hanya sebatas fisik semata. Jiwa dan keterlibatan emosional mereka hilang entah ke mana. Akibatnya, anak-anak tumbuh tanpa figur ayah yang utuh dalam hidup mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mesin ATM Berjalan

Akar masalah ini tertanam kuat dalam budaya kita. Norma patriarki kaku telah membagi peran orang tua secara hitam putih. Sejak dulu, masyarakat menempatkan ayah semata-mata sebagai “mesin ATM” atau pencari nafkah.

Baca Juga :  Dedolarisasi dan Kebangkitan Emas: Mencari Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Sementara itu, urusan domestik dan pengasuhan anak menjadi beban mutlak seorang ibu. Oleh karena itu, banyak ayah merasa tugas mereka selesai begitu uang bulanan terserah.

Mereka pulang kerja, lalu sibuk dengan gawai atau hobi sendiri. Mereka enggan memandikan anak, membacakan dongeng, atau sekadar mendengar cerita sekolah. Padahal, anak membutuhkan lebih dari sekadar uang jajan. Mereka haus akan kehadiran dan validasi emosional.

Dampak Fatal: Kenakalan hingga “Daddy Issues”

Ketidakhadiran figur ayah ini membawa dampak sosial yang mengerikan. Faktanya, banyak studi mengaitkan fenomena fatherless dengan tingginya angka kenakalan remaja.

Anak laki-laki kehilangan role model tentang cara menjadi pria yang bertanggung jawab. Lantas, mereka mencari jati diri di jalanan lewat tawuran atau geng motor.

Di sisi lain, anak perempuan pun mengalami krisis serupa. Mereka kehilangan sosok cinta pertama yang seharusnya melindungi mereka. Imbasnya, mereka tumbuh dengan daddy issues.

Mereka cenderung mencari validasi dari laki-laki lain dengan cara yang salah. Sering kali, mereka terjebak dalam hubungan beracun (toxic relationship) karena merindukan kasih sayang laki-laki yang tidak pernah mereka dapatkan di rumah.

Baca Juga :  Polda DIY Perkuat Peran Jaga Warga Hadapi Tantangan Sosial

Redefinisi Peran Ayah Abad 21

Pada akhirnya, kita harus segera memutus rantai generasi yang pincang ini. Menjadi ayah bukan sekadar soal biologis atau finansial.

Kita perlu mendefinisikan ulang peran ayah di abad 21. Maka, para ayah harus berani turun tangan. Ganti popok anak bukan hal memalukan. Bermain boneka dengan anak perempuan tidak akan melunturkan maskulinitas.

Ingatlah, kehadiran fisik tanpa koneksi emosional hanyalah kesia-siaan. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh kesepian di tengah keramaian rumah sendiri. Jadilah ayah yang hadir, baik raga maupun jiwanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB