Ingin Bayi Laki-laki? Jangan Lewatkan Sarapan!

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Mitos lama ternyata punya dasar ilmiah. Peneliti menemukan bahwa ibu yang rajin sarapan sereal berenergi tinggi lebih berpeluang melahirkan bayi laki-laki. Dok: Unsplash.

Ilustrasi, Mitos lama ternyata punya dasar ilmiah. Peneliti menemukan bahwa ibu yang rajin sarapan sereal berenergi tinggi lebih berpeluang melahirkan bayi laki-laki. Dok: Unsplash.

EXETER, POSNEWS.CO.ID – Selama berabad-abad, orang tua di seluruh dunia mencoba menebak atau bahkan mengatur jenis kelamin bayi mereka. Di China dan India, preferensi budaya sering kali mengarah pada bayi laki-laki. Di Barat, alasannya lebih beragam, mulai dari keinginan menyeimbangkan keluarga hingga menghindari penyakit genetik yang hanya menyerang satu jenis kelamin.

Kebijaksanaan konvensional mengajarkan bahwa sperma ayah adalah penentu tunggal. Namun, penelitian terbaru mulai menggoyahkan anggapan tersebut. Ternyata, menu makan pagi sang ibu memegang kunci rahasia.

Dua peneliti wanita, Elissa Cameron dari Universitas Pretoria dan Fiona Matthews dari Universitas Exeter, telah menemukan bukti menarik yang menghubungkan diet dengan rasio seks saat lahir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksperimen Gula Darah

Pada 2007, Dr. Elissa Cameron melakukan eksperimen pada tikus yang mengubah cara kita memandang pembuahan. Ia memanipulasi kadar gula darah tikus betina sebelum konsepsi.

Hasilnya mencolok. Kelompok tikus yang kadar gula darahnya turun (dari 6,47 menjadi 5,24 milimol/liter) melahirkan lebih banyak betina (47% vs 41% pada kelompok kontrol). Cameron menyimpulkan bahwa kadar gula darah ibu yang lebih rendah menguntungkan kelahiran bayi perempuan.

Baca Juga :  KPAI Minta Evaluasi Program MBG, Anak PAUD Keracunan Makanan

Menariknya, temuan sains ini sejalan dengan mitos lama. Nenek moyang kita sering menyarankan ibu yang ingin anak perempuan untuk makan cokelat dan permen (yang menaikkan gula darah sesaat lalu turun cepat), sementara daging merah dan makanan asin (yang menjaga gula darah tinggi lebih lama) disarankan untuk mendapatkan anak laki-laki.

Efek “Sereal Sarapan”

Di Inggris, Fiona Matthews memperkuat teori ini dengan studi pada manusia. Ia memantau diet 740 wanita hamil secara rinci.

Temuannya spesifik: ibu yang mengonsumsi makanan berenergi tinggi sebelum pembuahan sedikit lebih mungkin memiliki anak laki-laki. Makanan dengan efek terbesar? Sereal sarapan.

“Di antara wanita yang makan sereal setiap hari, 59% memiliki anak laki-laki,” ungkap data studi tersebut. Sebaliknya, hanya 43% wanita yang jarang sarapan sereal (kurang dari semangkuk per minggu) yang melahirkan bayi laki-laki.

Pola ini ternyata meniru apa yang terjadi di dunia hewan. Kuda dan sapi, misalnya, secara statistik melahirkan lebih banyak jantan saat mereka mendapat pakan yang baik dan berlimpah.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar di Jakarta Keracunan MBG, Bakteri Jadi Biang Kerok

Logika Evolusi: Bertahan di Masa Sulit

Fenomena ini juga menjelaskan tren demografi di negara-negara Barat. Di Inggris, kelahiran bayi laki-laki turun sebanyak 1 per 1.000 kelahiran per tahun.

Penurunan ini kemungkinan besar berkaitan dengan gaya hidup modern: makin banyak wanita dewasa dan remaja putri yang melewatkan sarapan atau menjalani diet rendah kalori.

Secara evolusioner, hal ini masuk akal. Sejarah mencatat bahwa lebih banyak laki-laki lahir di masa kelimpahan pangan, sementara perempuan lahir di masa kelangkaan.

Logikanya sederhana namun brilian: saat makanan langka, spesies lebih aman melahirkan betina karena satu jantan bisa membuahi banyak betina untuk menjaga kelangsungan populasi. Diet rendah kalori pada wanita modern secara biologis mengirim sinyal “kelangkaan” ke tubuh, sehingga memicu kelahiran lebih banyak bayi perempuan.

Jadi, kesimpulannya? Jika Anda mendambakan seorang putra, sarapan sereal rutin mungkin ide yang bagus. Sebaliknya, jika Anda menginginkan seorang putri, mungkin saatnya mengurangi porsi sarapan—setidaknya sampai pembuahan terjadi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB