Iran dan Oman Sepakati Kontrol Selat Hormuz dalam Draf

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Draf kesepakatan Iran dan Oman memberi Teheran kendali atas navigasi kapal di Selat Hormuz untuk mengakhiri perang lima bulan. Dok: Istimewa.

Draf kesepakatan Iran dan Oman memberi Teheran kendali atas navigasi kapal di Selat Hormuz untuk mengakhiri perang lima bulan. Dok: Istimewa.

Rencana Kontrol Navigasi Selat Hormuz

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Iran dan Oman merumuskan draf kesepakatan baru. Pemerintah Teheran memperoleh wewenang mengontrol lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah ini menjadi konsesi terbesar bagi Iran selama lima bulan perang.

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas laporan ini. Selanjutnya, Presiden Donald Trump mengklaim pembukaan kembali selat berlangsung dalam waktu dekat. Namun, para pejabat Amerika Serikat menolak penguasaan jalur energi dunia oleh Iran.

Baca Juga :  Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Sementara itu, kesepakatan ini mengubah peta kekuatan kawasan Timur Tengah. Jalur navigasi internasional kini berada di bawah pengawasan ketat pasukan Teheran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu Pungutan Tarif dan Tekanan Politik Trump

Di sisi lain, kedua pihak masih membedah perincian mekanisme pengawasan kapal. Pemerintah Iran meminta pungutan tarif sebesar 5 hingga 7 persen. Sebaliknya, Oman mengusulkan tarif lebih rendah sekitar 3 persen.

Baca Juga :  Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS

Namun, Amerika Serikat menolak seluruh bentuk pungutan biaya navigasi. Selain itu, Donald Trump menghadapi tekanan politik menjelang pemilu sela November. Masyarakat Amerika Serikat menentang kelanjutan perang secara terbuka.

Akibatnya, militer Amerika Serikat kekurangan pasokan rudal jarak jauh. Oleh karena itu, Trump menunda serangan udara lanjutan demi mempercepat proses diplomasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB