Jalur Rafah Dibuka: Evakuasi Medis Gaza Berlanjut

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan kota Rafah setelah dibombardir oleh tentara Israel. Dok: Istimewa.

Reruntuhan kota Rafah setelah dibombardir oleh tentara Israel. Dok: Istimewa.

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan puluhan korban jiwa dan cedera dalam 24 jam terakhir. Di tengah situasi genting ini, tim kemanusiaan PBB terus mengupayakan jalur evakuasi dan bantuan medis bagi warga sipil.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa 25 warga telah kembali melalui gerbang Rafah pada Rabu malam. Program Pembangunan PBB (UNDP) segera menyediakan transportasi untuk membawa mereka ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Petugas medis dan psikolog menyambut kepulangan mereka di area resepsi khusus.

Evakuasi Medis dan Suplai Kemanusiaan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mempercepat evakuasi medis bagi pasien yang kritis. Pada hari Rabu, WHO mengevakuasi delapan pasien dan 17 pendamping ke Mesir. Langkah ini berlanjut pada Kamis pagi dengan mengevakuasi tambahan tujuh pasien dan 14 pendamping melalui jalur Rafah.

WHO kini memprioritaskan masuknya lebih banyak pasokan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Selain itu, mereka berencana merehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak secara cepat. “Kami bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi hambatan operasional,” ujar perwakilan OCHA. Upaya ini bertujuan agar lebih banyak orang menerima perawatan secara aman dan bermartabat.

Krisis Pengungsian di Tepi Barat

Kondisi tidak kalah memprihatinkan terjadi di Tepi Barat. OCHA memperingatkan bahwa tingkat pengungsian warga terus meningkat secara signifikan. Sejak awal tahun 2026, lebih dari 900 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Baca Juga :  Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah

Penyebab utama pengungsian ini adalah kekerasan pemukim serta pembatasan akses yang ketat. Selain itu, kebijakan pembongkaran bangunan oleh otoritas setempat semakin memperburuk keadaan. OCHA mencatat lebih dari 50 serangan pemukim Israel yang mengakibatkan korban jiwa maupun kerusakan properti dalam dua pekan terakhir.

Tim kemanusiaan saat ini sedang melakukan penilaian awal terhadap kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Mereka mendesak penghentian kekerasan agar warga dapat kembali ke komunitas mereka dengan aman. PBB menekankan bahwa perlindungan terhadap warga sipil di semua wilayah konflik harus menjadi prioritas utama dunia internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB