WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional. Keputusan ini muncul setelah virus menyebar dengan cepat ke pusat kota yang padat penduduk.

Pihak berwenang mengonfirmasi tiga kasus baru pada hari Sabtu. Selain itu, Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) melaporkan kematian tiga sukarelawan di wilayah Ituri. Kejadian ini menambah daftar panjang duka kemanusiaan di tengah krisis kesehatan tersebut.

Ancaman Strain Bundibugyo dan Risiko Penyebaran

Para ahli mengidentifikasi wabah ini sebagai Bundibugyo strain dari virus Ebola. Sayangnya, ilmuwan belum menemukan vaksin atau perawatan khusus bagi varian ini. Oleh karena itu, petugas kesehatan kini hanya mengandalkan langkah pencegahan sebagai senjata utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (Africa CDC) memperingatkan risiko penyebaran lintas negara. Mereka mencatat sepuluh negara Afrika berada dalam posisi rentan. Negara-negara tersebut meliputi Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Kongo, Ethiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Tanzania, dan Zambia. Selanjutnya, mobilitas penduduk yang tinggi dan situasi keamanan yang tidak menentu mempercepat perpindahan virus tersebut.

Baca Juga :  Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Tantangan di Zona Konflik: Ituri dan Kivu

Wabah saat ini berpusat di Provinsi Ituri, DRC. Namun, virus juga telah terdeteksi di wilayah South Kivu. Wilayah ini berada di bawah kendali kelompok pemberontak M23 yang didukung Rwanda. Situasi keamanan di sana sangat rumit sehingga tim medis mengalami kesulitan besar dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba, menekankan perlunya kendali penuh atas wilayah tersebut. “Ini adalah masalah kita bersama,” ujar Kamba dalam konferensi pers di Addis Ababa. Dengan demikian, ia mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan bantuan tambahan bagi wilayah yang porak-poranda akibat konflik dan kolapsnya sistem kesehatan ini.

Protokol Mitigasi dan Upaya Pemutusan Rantai

Pemerintah Uganda telah menghentikan layanan transportasi umum menuju perbatasan DRC. Langkah ini menyusul konfirmasi dua kasus pertama di wilayah mereka. Sebagai tindakan preventif, petugas kesehatan terus melakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap perbatasan bagi para pelancong.

Baca Juga :  Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

PBB dan mitra kemanusiaan terus mendukung pemerintah dalam penanganan wabah. Program Pangan Dunia (WFP) telah menerbangkan lima ton pasokan medis ke Ituri untuk membantu fasilitas kesehatan yang kewalahan. Di samping itu, petugas kesehatan juga melakukan pelacakan kontak secara agresif guna menghentikan penularan lebih lanjut.

Menanti Aksi Internasional

Epidemi ini menunjukkan betapa krusialnya stabilitas wilayah bagi ketahanan kesehatan global. Selama layanan negara tidak hadir di wilayah konflik, virus akan terus menemukan celah untuk menyebar.

Singkatnya, keberhasilan mengendalikan wabah ini sangat bergantung pada akses kemanusiaan yang berkelanjutan. Di tahun 2026 ini, dunia harus memberikan perhatian ekstra untuk memastikan bantuan penyelamat nyawa menjangkau wilayah terdampak sebelum situasi menjadi lebih parah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan
Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:44 WIB

Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terbaru

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

Pintu perdamaian terbuka. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir, meski isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz masih menjadi ganjalan besar bagi tercapainya perdamaian permanen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Era baru eksplorasi ruang angkasa. SpaceX sukses meluncurkan Starship V3, roket paling kuat yang pernah dibuat manusia, sebagai langkah krusial bagi ambisi NASA mendaratkan astronot di Bulan dan rencana perjalanan manusia ke Mars. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB