Trump Picu Bara di Hormuz: Kapal Komersial Terbakar

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Ambisi Presiden Donald Trump untuk memulihkan arus energi global melalui jalur militer justru memicu konfrontasi berdarah di Teluk Persia. Melalui pengumuman di media sosial semalam, Trump meresmikan misi “Project Freedom” yang menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal-kapal dagang melewati Selat Hormuz tempat Iran melakukan blokade.

Namun, operasi tersebut segera berubah menjadi ajang baku tembak sengit. Insiden ini menandai eskalasi militer terbesar sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata empat minggu lalu, sekaligus membuktikan betapa rapuhnya perdamaian di jalur nadi energi dunia tersebut.

Serangan Balasan Iran dan Kebakaran di Pelabuhan UEA

Iran merespons kehadiran kapal penghancur rudal AS dengan unjuk kekuatan yang masif. Drone Iran menghantam Fujairah, sebuah pelabuhan minyak penting di Uni Emirat Arab (UEA), hingga memicu kebakaran hebat. Fujairah merupakan lokasi strategis karena menjadi salah satu dari sedikit rute ekspor minyak Timur Tengah yang tidak harus melewati Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain serangan darat, Iran juga memperluas klaim kontrol maritimnya. Otoritas Teheran merilis peta baru yang menunjukkan perluasan wilayah laut di bawah kendali mereka, mencakup bentangan panjang garis pantai UEA. “Keamanan Selat Hormuz ada di tangan kami,” tegas komando terpadu Iran. Mereka menganggap setiap kekuatan militer asing yang mendekat sebagai target serangan sah.

Baca Juga :  Ekonomi Gig 2026: Kebebasan Bekerja atau Kerentanan Tanpa Jaminan Sosial?

Korban Kapal Internasional: Dari Korea hingga Inggris

Industri pelayaran global merasakan langsung dampak dari eskalasi ini:

  1. Korea Selatan: melaporkan salah satu kapal dagangnya mengalami ledakan dan kebakaran hebat saat berada di dalam selat.
  2. Inggris: Badan keamanan maritim UKMTO melaporkan serangan terhadap dua kapal di lepas pantai UEA.
  3. UEA: Perusahaan minyak nasional ADNOC mengonfirmasi bahwa drone bunuh diri Iran menghantam salah satu kapal tanker kosong miliknya.

Laksamana Brad Cooper, komandan pasukan AS di kawasan tersebut, menyatakan bahwa armada militer AS telah menghancurkan enam kapal kecil Iran yang mencoba mengganggu operasi. Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut dan justru mengeklaim telah melepaskan tembakan peringatan yang memaksa sebuah kapal perang AS berbalik arah.

Harga Minyak Melonjak dan Krisis Pendidikan di UEA

Ketidakpastian di Hormuz langsung memukul pasar keuangan. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan yang volatil segera setelah laporan serangan meluas. Para pelaku industri pelayaran kini memilih untuk tetap bersikap pasif sembari menunggu kepastian berakhirnya permusuhan sebelum berani melintasi jalur tersebut.

Baca Juga :  Roket Hezbollah dan Serangan Udara Israel Kembali Guncang

Di dalam negeri UEA, pemerintah mengambil langkah darurat dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Pemerintah menerapkan kebijakan ini murni karena alasan keamanan menyusul serangan rudal dan drone yang terus berlangsung sepanjang hari di wilayah tersebut.

Kebuntuan Diplomasi: Ganjalan Isu Nuklir

Presiden Trump mengambil langkah militer ini di tengah kebuntuan meja perundingan. Washington baru saja menanggapi proposal 14 poin yang Iran ajukan melalui mediator Pakistan.

Poin krusial yang menghambat kesepakatan adalah keinginan Iran untuk menunda pembahasan program nuklir mereka hingga perang berakhir dan perselisihan pelayaran tuntas. Trump mengisyaratkan akan menolak syarat tersebut. Ia bersikeras bahwa para pihak harus menyelesaikan masalah nuklir secara paralel atau di awal kesepakatan damai mana pun.

Perjudian Besar yang Berisiko

Hingga saat ini, otoritas masih menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi sebagian besar lalu lintas komersial. Upaya “Project Freedom” belum berhasil menciptakan lonjakan arus kapal dagang sesuai harapan. Sebaliknya, dunia kini menghadapi risiko perang terbuka yang jauh lebih luas di Timur Tengah.

Singkatnya, langkah berani Trump telah menempatkan stabilitas energi global di ujung tanduk. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, masyarakat internasional kini menanti apakah kekuatan angkatan laut AS mampu memecah kebuntuan, ataukah blokade Iran justru akan menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam resesi yang tak terelakkan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Ilustrasi, Langit berawan di kawasan Jakarta pada siang hari. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Jakarta Selatan Terpanas

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:06 WIB

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB