Trump Picu Bara di Hormuz: Kapal Komersial Terbakar

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi terbesar pasca-gencatan senjata. Upaya militer Amerika Serikat untuk membuka paksa Selat Hormuz memancing serangan balasan drone dan rudal Iran, melumpuhkan pelayaran komersial dan memaksa harga energi dunia melonjak tajam. Dok: Istimewa.

Eskalasi terbesar pasca-gencatan senjata. Upaya militer Amerika Serikat untuk membuka paksa Selat Hormuz memancing serangan balasan drone dan rudal Iran, melumpuhkan pelayaran komersial dan memaksa harga energi dunia melonjak tajam. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Ambisi Presiden Donald Trump untuk memulihkan arus energi global melalui jalur militer justru memicu konfrontasi berdarah di Teluk Persia. Melalui pengumuman di media sosial semalam, Trump meresmikan misi “Project Freedom” yang menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal-kapal dagang melewati Selat Hormuz tempat Iran melakukan blokade.

Namun, operasi tersebut segera berubah menjadi ajang baku tembak sengit. Insiden ini menandai eskalasi militer terbesar sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata empat minggu lalu, sekaligus membuktikan betapa rapuhnya perdamaian di jalur nadi energi dunia tersebut.

Serangan Balasan Iran dan Kebakaran di Pelabuhan UEA

Iran merespons kehadiran kapal penghancur rudal AS dengan unjuk kekuatan yang masif. Drone Iran menghantam Fujairah, sebuah pelabuhan minyak penting di Uni Emirat Arab (UEA), hingga memicu kebakaran hebat. Fujairah merupakan lokasi strategis karena menjadi salah satu dari sedikit rute ekspor minyak Timur Tengah yang tidak harus melewati Selat Hormuz.

Selain serangan darat, Iran juga memperluas klaim kontrol maritimnya. Otoritas Teheran merilis peta baru yang menunjukkan perluasan wilayah laut di bawah kendali mereka, mencakup bentangan panjang garis pantai UEA. “Keamanan Selat Hormuz ada di tangan kami,” tegas komando terpadu Iran. Mereka menganggap setiap kekuatan militer asing yang mendekat sebagai target serangan sah.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Kamis, 22 Januari 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian, Capricorn Panen Cuan!

Korban Kapal Internasional: Dari Korea hingga Inggris

Industri pelayaran global merasakan langsung dampak dari eskalasi ini:

  1. Korea Selatan: melaporkan salah satu kapal dagangnya mengalami ledakan dan kebakaran hebat saat berada di dalam selat.
  2. Inggris: Badan keamanan maritim UKMTO melaporkan serangan terhadap dua kapal di lepas pantai UEA.
  3. UEA: Perusahaan minyak nasional ADNOC mengonfirmasi bahwa drone bunuh diri Iran menghantam salah satu kapal tanker kosong miliknya.

Laksamana Brad Cooper, komandan pasukan AS di kawasan tersebut, menyatakan bahwa armada militer AS telah menghancurkan enam kapal kecil Iran yang mencoba mengganggu operasi. Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut dan justru mengeklaim telah melepaskan tembakan peringatan yang memaksa sebuah kapal perang AS berbalik arah.

Harga Minyak Melonjak dan Krisis Pendidikan di UEA

Ketidakpastian di Hormuz langsung memukul pasar keuangan. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan yang volatil segera setelah laporan serangan meluas. Para pelaku industri pelayaran kini memilih untuk tetap bersikap pasif sembari menunggu kepastian berakhirnya permusuhan sebelum berani melintasi jalur tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam negeri UEA, pemerintah mengambil langkah darurat dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Pemerintah menerapkan kebijakan ini murni karena alasan keamanan menyusul serangan rudal dan drone yang terus berlangsung sepanjang hari di wilayah tersebut.

Baca Juga :  KPK Buru Mastermind Pengondisian Saksi di Kasus Korupsi Bupati Pati Sudewo

Kebuntuan Diplomasi: Ganjalan Isu Nuklir

Presiden Trump mengambil langkah militer ini di tengah kebuntuan meja perundingan. Washington baru saja menanggapi proposal 14 poin yang Iran ajukan melalui mediator Pakistan.

Poin krusial yang menghambat kesepakatan adalah keinginan Iran untuk menunda pembahasan program nuklir mereka hingga perang berakhir dan perselisihan pelayaran tuntas. Trump mengisyaratkan akan menolak syarat tersebut. Ia bersikeras bahwa para pihak harus menyelesaikan masalah nuklir secara paralel atau di awal kesepakatan damai mana pun.

Perjudian Besar yang Berisiko

Hingga saat ini, otoritas masih menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi sebagian besar lalu lintas komersial. Upaya “Project Freedom” belum berhasil menciptakan lonjakan arus kapal dagang sesuai harapan. Sebaliknya, dunia kini menghadapi risiko perang terbuka yang jauh lebih luas di Timur Tengah.

Singkatnya, langkah berani Trump telah menempatkan stabilitas energi global di ujung tanduk. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, masyarakat internasional kini menanti apakah kekuatan angkatan laut AS mampu memecah kebuntuan, ataukah blokade Iran justru akan menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam resesi yang tak terelakkan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB