TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang bersiap memulai negosiasi ekspor kapal perang fregat kelas Mogami ke Selandia Baru. Para menteri pertahanan kedua negara akan membahas isu strategis ini pada akhir Mei 2026.
Pertemuan trilateral tersebut melibatkan Jepang, Selandia Baru, dan Australia. Rencana diskusi penting ini akan berlangsung di sela-sela forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Forum internasional tersebut dijadwalkan buka pada hari Jumat pekan ini.
Kolaborasi Trilateral di Singapura
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi akan memimpin delegasi Tokyo dalam pertemuan trilateral pertama ini. Ia akan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertahanan Selandia Baru Chris Penk. Menteri Pertahanan Australia Richard Marles juga hadir dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga negara terus memperkuat kemitraan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Mereka memiliki visi yang sama sebagai mitra regional yang berpikiran setara. Selama pertemuan, mereka akan berbagi informasi mengenai proyek pengembangan kapal perang bersama. Ketiga menteri juga berkomitmen mencari peluang kerja sama pertahanan yang lebih luas.
Spesifikasi Fregat Siluman Mogami
Fregat kelas Mogami mengintegrasikan teknologi siluman yang sangat canggih. Kapal perang ini juga menggunakan sistem radar dan sonar berperforma tinggi. Pasukan Bela Diri Maritim Jepang telah lama mengoperasikan kapal modern tersebut.
Selain kemampuan tempur, kapal ini memiliki keunggulan khusus dalam menyapu ranjau laut. Keunggulan tersebut biasanya hanya ada pada kapal penyapu ranjau khusus. Kemampuan ganda ini membuat Mogami menjadi pilihan menarik bagi pertahanan Selandia Baru.
Persaingan dengan Inggris dan Regulasi Baru
Selandia Baru saat ini sedang mengevaluasi opsi peremajaan armada laut mereka. Pemerintah Wellington mempertimbangkan dua pilihan utama kapal perang baru. Mereka memilih antara kapal kelas Mogami atau fregat Type 31 buatan Inggris.
Jepang dan Australia berusaha membantu Selandia Baru menentukan pilihan terbaik mereka. Sebelumnya, Tokyo telah merevisi pedoman transfer peralatan pertahanan pada April lalu. Regulasi baru ini mengizinkan ekspor senjata mematikan hasil pengembangan bersama.
Pemerintah Jepang kini berencana menandatangani kesepakatan transfer teknologi pertahanan dengan Selandia Baru. Di sisi lain, Tokyo dan Canberra telah menyepakati kontrak pembuatan 11 fregat baru. Mereka menargetkan pengiriman kapal pertama pada Desember 2029 mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












