JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya buka suara terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang tak kunjung reda.
Ia menegaskan solusi paling cepat dan sederhana: tunjukkan ijazah asli ke publik, maka polemik langsung selesai.
Pernyataan itu disampaikan JK usai melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan tudingan yang menyeret namanya dalam isu pendanaan terhadap Roy Suryo dan pihak lain di kasus ijazah Jokowi.
“Persoalan ini sebenarnya simpel. Saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Jadi, cukup ditunjukkan saja ke publik, selesai,” tegas JK.
Namun demikian, ia menilai polemik ini sudah terlalu lama bergulir—bahkan mencapai dua hingga tiga tahun—dan mulai menimbulkan dampak serius.
Selain menyita waktu, isu tersebut juga memicu perpecahan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kasus ini sudah berlarut-larut. Dampaknya bukan cuma ke Pak Jokowi, tapi juga ke masyarakat luas. Waktu terbuang, biaya membengkak, bahkan memicu pro dan kontra yang merusak persatuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, JK menekankan bahwa konflik berkepanjangan ini berpotensi mengganggu stabilitas sosial.
Ia menilai perdebatan yang terus dipelihara di ruang publik justru memperkeruh suasana nasional.
Di sisi lain, JK mengaku yakin Jokowi memahami dampak sosial dari polemik tersebut. Oleh karena itu, ia berharap langkah tegas segera diambil untuk mengakhiri kegaduhan.
“Saya yakin Pak Jokowi tidak ingin masyarakat terus terpecah hanya karena persoalan ini. Kalau ijazah ditunjukkan, semuanya selesai tanpa perlu konflik panjang,” katanya.
Sebagai penutup, JK mendorong agar polemik ini bisa diakhiri secepatnya, bahkan dalam waktu dekat.
Ia menilai langkah transparansi jauh lebih efektif dibandingkan membiarkan konflik berlarut-larut.
“Daripada terus berseteru bertahun-tahun, lebih baik diselesaikan sekarang. Tunjukkan saja, selesai. Kita butuh ketenangan, bukan perpecahan,” pungkasnya. (red)
Editor : Hadwan



















