Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri memperlihatkan dua tersangka berikut barang bukti 325 kilogram sabu diangkut menggunakan mobil yang disita dari jaringan narkotika internasional Thailand-Aceh di Lhokseumawe, Aceh. (Posnews/Ist)

Bareskrim Polri memperlihatkan dua tersangka berikut barang bukti 325 kilogram sabu diangkut menggunakan mobil yang disita dari jaringan narkotika internasional Thailand-Aceh di Lhokseumawe, Aceh. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali memukul telak sindikat narkotika internasional.

Tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 325 kilogram sabu jaringan Thailand–Indonesia yang masuk melalui perairan Aceh.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Tim 1 Satgas NIC, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe pada Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan tersebut tidak hanya menyelamatkan negara dari potensi kerugian ekonomi sekitar Rp585 miliar, tetapi juga mencegah sekitar 1.625.000 jiwa terpapar narkotika.

Mobil Berisi 325 Bungkus Sabu Digagalkan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, tim menangkap dua tersangka saat mengangkut sabu menggunakan mobil Honda HR-V di kawasan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Saat digeledah, petugas menemukan 13 karung kuning berisi 325 bungkus kemasan teh China yang setelah diuji terbukti mengandung metamfetamin (sabu).

“Sebelum ditangkap, kedua tersangka sempat melarikan diri ke semak-semak. Namun, petugas berhasil mengejar dan mengamankan keduanya beserta seluruh barang bukti,” ungkap Brigjen Eko, Minggu (28/6/2026)

Baca Juga :  Minibus Terbakar di Kembangan, Jeriken Bensin Ditemukan di Dalam Minibus

Hasil penyidikan mengungkap, sindikat tersebut menggunakan jalur laut internasional untuk menyelundupkan narkotika.

Para pelaku menjemput sabu menggunakan kapal nelayan jenis Oskadon di titik sekitar 120 mil laut perbatasan Indonesia-Thailand.

Barang haram itu kemudian dipindahkan melalui metode ship to ship dari kapal asing ke kapal pelaku sebelum dibawa menuju pesisir Aceh.

Setibanya di Kuala Meuraksa, sabu dipindahkan ke mobil untuk didistribusikan ke daratan.

Dua Tersangka Ditangkap, Dua Bandar Masih Diburu

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap Jufri, yang diduga berperan sebagai tekong kapal, dan Zulfahmi, yang diduga menjadi pengendali di darat.

Sementara itu, dua orang yang diduga menjadi pengendali utama jaringan, yakni Muhammad Jabbar alias Jabbar dan Ulul Azmi alias Mahlul, telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bareskrim Polri masih memburu keduanya dan terus mengembangkan jaringan yang diduga terhubung dengan sindikat narkotika internasional.

Dijanjikan Upah Ratusan Juta Rupiah

Dalam pemeriksaan awal, para tersangka mengaku menerima tawaran mengangkut sabu dengan imbalan fantastis.

Baca Juga :  Dua Pengedar Ditangkap, Polisi Sita 16 Kg Sabu dari Ban Mobil di Bojongsari Depok

Zulfahmi mengaku dijanjikan Rp30 juta untuk setiap karung, sehingga total upah yang dijanjikan mencapai Rp390 juta.

Sementara Jufri mengaku akan menerima bayaran sekitar Rp400 juta setelah berhasil membawa 13 karung sabu ke daratan Aceh.

Selain 325 kilogram sabu, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda HR-V, kapal Oskadon, serta beberapa telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi selama menjalankan aksi penyelundupan.

Penyidik juga melakukan analisis digital terhadap perangkat komunikasi dan menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Bareskrim Terus Kembangkan Jaringan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menegaskan penyidikan belum berhenti pada penangkapan dua tersangka.

Penyidik masih memburu para buronan, menelusuri jalur distribusi, mengungkap jaringan internasional, serta memeriksa barang bukti di laboratorium forensik untuk memperkuat proses hukum.

Polri juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, segera melaporkan aktivitas kapal atau transaksi mencurigakan di wilayah perairan.

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memutus rantai penyelundupan narkotika dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura
BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Senin 24 Agustus 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan.
(Posnews/iStock)

JABODETABEK

Cuaca Cerah Menyelimuti Jabodetabek, Suhu Bisa Capai 34°C

Senin, 24 Agu 2026 - 06:19 WIB

Serangan drone Rusia menewaskan 15 orang di pusat perbelanjaan Kryvyi Rih, kampung halaman Zelenskyy, yang berjanji memberikan respons tegas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:10 WIB

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni. (Posnews/Bareskrim)

HUKRIM

Karhutla Menggila, Polri Tetapkan 72 Tersangka di 9 Polda

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:58 WIB

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

NASIONAL

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:39 WIB