AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Militer AS mengalami kekurangan rudal pencegat canggih yang parah di Eropa. Pejabat pertahanan AS dan NATO menyebut perang Presiden Trump dengan Iran sebagai penyebab utamanya.

Kekurangan Kritis Rudal Patriot

Pejabat pertahanan AS menyebut kekurangan paling mengkhawatirkan terjadi pada rudal pencegat Patriot. Rudal ini mampu menembak jatuh rudal balistik berkecepatan tinggi milik Rusia.

Pejabat NATO mengonfirmasi rendahnya persediaan Patriot di antara pasukan AS dan NATO di Eropa. Sementara itu, dalam skenario serangan rudal balistik Rusia terhadap markas militer atau pembangkit listrik, NATO berpotensi mengalami nasib serupa Ukraina yang kekurangan Patriot.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Militer AS di Eropa dipastikan tidak memiliki cukup Patriot untuk menghentikan serangan rudal balistik berkelanjutan. Kemampuan pertahanan terhadap serangan rudal tunggal pun sangat terbatas.

Dampak Berantai dari Perang Iran

Kondisi ini menggambarkan dampak berantai dari keputusan Trump melancarkan perang terhadap Iran. Konflik tersebut mencapai enam bulan pada Jumat.

Baca Juga :  55 Warga Ghana Tewas di Garis Depan Rusia Saat Skandal Rekrutmen Afrika Terbongkar

Stok rudal AS di Eropa dipindahkan ke Timur Tengah. Selain itu, AS dan sekutu Teluk menembakkan banyak rudal pencegat, termasuk Patriot, untuk menangkal drone dan rudal Iran.

Meski serangan rudal balistik Rusia terhadap NATO belum diperkirakan segera terjadi, Direktur CIA John Ratcliffe mengunjungi Moskow pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan memperingatkan Rusia agar tidak menyerang.

Trump memberikan jawaban berputar-putar saat ditanya wartawan soal pesan Ratcliffe kepada Putin. Ia menegaskan Rusia tidak akan menyerang tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Bantahan Resmi dari Pentagon dan NATO

Kolonel Angkatan Darat AS Martin O’Donnell, juru bicara senior militer NATO, membantah klaim kekurangan Patriot tersebut. Ia menegaskan NATO mampu menangkis serangan dan memiliki cukup amunisi pertahanan udara.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan klaim kekurangan amunisi AS tidak benar. Ia menegaskan pihaknya memiliki segala yang diperlukan untuk menyerang kapan pun presiden memilih.

Namun, pejabat Ukraina terus mendesak lebih banyak Patriot untuk menangkal serangan rudal Rusia. Kyiv menegaskan hanya Patriot buatan AS yang mampu menghentikan rudal balistik canggih Rusia.

Baca Juga :  Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?

Skala Konsumsi Rudal Selama Perang Iran

Perang Iran telah menghabiskan 65 persen persediaan Patriot AS, setara sekitar 1.500 dari total 2.330 rudal pencegat negara tersebut. Analis Mark Cancian dari CSIS menyebut sekitar 600 rudal akan diproduksi tahun ini.

Target produksi tahunan mencapai 2.000 rudal Patriot pada 2030. Sementara itu, fasilitas produksi Patriot pertama Eropa dijadwalkan buka di Jerman pada September, dengan pengiriman awal kemungkinan dimulai tahun depan.

Alternatif Terbatas dan Ketergantungan pada Rusia

Analis Ed Arnold dari Royal United Services Institute menjelaskan pasokan ke Ukraina sebelumnya terencana dengan baik. Namun, stok di Timur Tengah terkuras cepat dan tak terduga, mengungkap keterbatasan rantai pasokan.

Sistem SAMP/T NG buatan Prancis-Italia menjadi salah satu alternatif potensial. Meski begitu, versi baru ini belum teruji di medan pertempuran sesungguhnya.

Arnold menyebut kendala Rusia sendiri justru mungkin menjadi pertahanan udara terbaik yang dimiliki NATO saat ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB