POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Militer AS mengalami kekurangan rudal pencegat canggih yang parah di Eropa. Pejabat pertahanan AS dan NATO menyebut perang Presiden Trump dengan Iran sebagai penyebab utamanya.
Kekurangan Kritis Rudal Patriot
Pejabat pertahanan AS menyebut kekurangan paling mengkhawatirkan terjadi pada rudal pencegat Patriot. Rudal ini mampu menembak jatuh rudal balistik berkecepatan tinggi milik Rusia.
Pejabat NATO mengonfirmasi rendahnya persediaan Patriot di antara pasukan AS dan NATO di Eropa. Sementara itu, dalam skenario serangan rudal balistik Rusia terhadap markas militer atau pembangkit listrik, NATO berpotensi mengalami nasib serupa Ukraina yang kekurangan Patriot.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Militer AS di Eropa dipastikan tidak memiliki cukup Patriot untuk menghentikan serangan rudal balistik berkelanjutan. Kemampuan pertahanan terhadap serangan rudal tunggal pun sangat terbatas.
Dampak Berantai dari Perang Iran
Kondisi ini menggambarkan dampak berantai dari keputusan Trump melancarkan perang terhadap Iran. Konflik tersebut mencapai enam bulan pada Jumat.
Stok rudal AS di Eropa dipindahkan ke Timur Tengah. Selain itu, AS dan sekutu Teluk menembakkan banyak rudal pencegat, termasuk Patriot, untuk menangkal drone dan rudal Iran.
Meski serangan rudal balistik Rusia terhadap NATO belum diperkirakan segera terjadi, Direktur CIA John Ratcliffe mengunjungi Moskow pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan memperingatkan Rusia agar tidak menyerang.
Trump memberikan jawaban berputar-putar saat ditanya wartawan soal pesan Ratcliffe kepada Putin. Ia menegaskan Rusia tidak akan menyerang tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Bantahan Resmi dari Pentagon dan NATO
Kolonel Angkatan Darat AS Martin O’Donnell, juru bicara senior militer NATO, membantah klaim kekurangan Patriot tersebut. Ia menegaskan NATO mampu menangkis serangan dan memiliki cukup amunisi pertahanan udara.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan klaim kekurangan amunisi AS tidak benar. Ia menegaskan pihaknya memiliki segala yang diperlukan untuk menyerang kapan pun presiden memilih.
Namun, pejabat Ukraina terus mendesak lebih banyak Patriot untuk menangkal serangan rudal Rusia. Kyiv menegaskan hanya Patriot buatan AS yang mampu menghentikan rudal balistik canggih Rusia.
Skala Konsumsi Rudal Selama Perang Iran
Perang Iran telah menghabiskan 65 persen persediaan Patriot AS, setara sekitar 1.500 dari total 2.330 rudal pencegat negara tersebut. Analis Mark Cancian dari CSIS menyebut sekitar 600 rudal akan diproduksi tahun ini.
Target produksi tahunan mencapai 2.000 rudal Patriot pada 2030. Sementara itu, fasilitas produksi Patriot pertama Eropa dijadwalkan buka di Jerman pada September, dengan pengiriman awal kemungkinan dimulai tahun depan.
Alternatif Terbatas dan Ketergantungan pada Rusia
Analis Ed Arnold dari Royal United Services Institute menjelaskan pasokan ke Ukraina sebelumnya terencana dengan baik. Namun, stok di Timur Tengah terkuras cepat dan tak terduga, mengungkap keterbatasan rantai pasokan.
Sistem SAMP/T NG buatan Prancis-Italia menjadi salah satu alternatif potensial. Meski begitu, versi baru ini belum teruji di medan pertempuran sesungguhnya.
Arnold menyebut kendala Rusia sendiri justru mungkin menjadi pertahanan udara terbaik yang dimiliki NATO saat ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














