WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacaukan proses konfirmasi calon Direktur Intelijen Nasional pilihannya sendiri, Jay Clayton, hari Rabu. Sebab, ia secara mendadak menunda jalannya sidang dengar pendapat Senat melalui unggahan media sosial dari Prancis kemarin.
Akibatnya, langkah mengejutkan ini memicu kemarahan besar dari para sekutu politiknya sendiri di Capitol Hill saat ini.
Penundaan Sidang Konfirmasi di Senat
Ketua Komite Intelijen Senat, Tom Cotton, mengumumkan penundaan sidang konfirmasi tersebut setelah menerima instruksi langsung dari Gedung Putih. Namun, Cotton sangat menyesali keputusan sepihak presiden yang menghambat pengisian posisi krusial pertahanan negara tersebut.
Sementara itu, para pemimpin faksi Republik kini harus memutar otak untuk menyelamatkan kelangsungan program pengawasan asing.
Peluang Besar untuk Loyalis Kontroversial Bill Pulte
Penundaan ini melancarkan jalan bagi loyalis Trump, Bill Pulte, untuk menjabat sebagai kepala intelijen sementara mulai hari Jumat. Padahal, para politisi lintas partai menolak keras penunjukan Pulte karena ia tidak memiliki pengalaman pertahanan sama sekali.
Akibatnya, oposisi Demokrat mengancam akan memblokir perpanjangan Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing atau Seksi 702 FISA pekan ini. Sebab, mereka menganggap penempatan sosok tidak berpengalaman seperti Pulte pada pucuk pimpinan intelijen sangat berbahaya bagi negara.
Tuntutan Hukum dan Kompromi Politik Trump
Trump berdalih ingin mempertahankan posisi Jay Clayton sebagai Jaksa Federal Manhattan untuk sementara waktu saat ini. Selain itu, ia menolak menandatangani perpanjangan aturan FISA jika Kongres mengabaikan tuntutan undang-undang bukti kewarganegaraan pemilih.
Dengan demikian, ketidakpastian hukum ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai potensi celah pengawasan terorisme luar negeri di Amerika.
Kritik Keras dari Kubu Oposisi
Senator Demokrat Mark Warner mengecam keras manuver politik Trump yang menjadikan keamanan nasional sebagai alat tawar politik. Ia menilai kekacauan dan kebingungan di Washington murni lahir dari sikap tidak konsisten pihak Gedung Putih sendiri.
Pada akhirnya, publik kini menanti sikap tegas Senat untuk mengakhiri kemecatan legislasi pertahanan yang krusial ini.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa













