Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacaukan proses konfirmasi calon Direktur Intelijen Nasional pilihannya sendiri, Jay Clayton, hari Rabu. Sebab, ia secara mendadak menunda jalannya sidang dengar pendapat Senat melalui unggahan media sosial dari Prancis kemarin.

Akibatnya, langkah mengejutkan ini memicu kemarahan besar dari para sekutu politiknya sendiri di Capitol Hill saat ini.

Penundaan Sidang Konfirmasi di Senat

Ketua Komite Intelijen Senat, Tom Cotton, mengumumkan penundaan sidang konfirmasi tersebut setelah menerima instruksi langsung dari Gedung Putih. Namun, Cotton sangat menyesali keputusan sepihak presiden yang menghambat pengisian posisi krusial pertahanan negara tersebut.

Sementara itu, para pemimpin faksi Republik kini harus memutar otak untuk menyelamatkan kelangsungan program pengawasan asing.

Peluang Besar untuk Loyalis Kontroversial Bill Pulte

Penundaan ini melancarkan jalan bagi loyalis Trump, Bill Pulte, untuk menjabat sebagai kepala intelijen sementara mulai hari Jumat. Padahal, para politisi lintas partai menolak keras penunjukan Pulte karena ia tidak memiliki pengalaman pertahanan sama sekali.

Akibatnya, oposisi Demokrat mengancam akan memblokir perpanjangan Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing atau Seksi 702 FISA pekan ini. Sebab, mereka menganggap penempatan sosok tidak berpengalaman seperti Pulte pada pucuk pimpinan intelijen sangat berbahaya bagi negara.

Tuntutan Hukum dan Kompromi Politik Trump

Trump berdalih ingin mempertahankan posisi Jay Clayton sebagai Jaksa Federal Manhattan untuk sementara waktu saat ini. Selain itu, ia menolak menandatangani perpanjangan aturan FISA jika Kongres mengabaikan tuntutan undang-undang bukti kewarganegaraan pemilih.

Baca Juga :  Pengungsi Afghanistan di Qatar Tolak Relokasi ke Kongo

Dengan demikian, ketidakpastian hukum ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai potensi celah pengawasan terorisme luar negeri di Amerika.

Kritik Keras dari Kubu Oposisi

Senator Demokrat Mark Warner mengecam keras manuver politik Trump yang menjadikan keamanan nasional sebagai alat tawar politik. Ia menilai kekacauan dan kebingungan di Washington murni lahir dari sikap tidak konsisten pihak Gedung Putih sendiri.

Pada akhirnya, publik kini menanti sikap tegas Senat untuk mengakhiri kemecatan legislasi pertahanan yang krusial ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

GIGABYTE menaikkan harga kartu grafis di Jepang hingga 40 persen akibat lonjakan biaya produksi dan kelangkaan komponen memori AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:12 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir terbakar dan memicu penerapan WFH bergilir bagi ASN.
(Posnews/Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)

JABODETABEK

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB