Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa Flores NTT hingga Rp30 juta. (Posnews/BNPB)

BNPB menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa Flores NTT hingga Rp30 juta. (Posnews/BNPB)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menyisakan duka.

Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WIB, Basarnas mencatat 1.050 orang menjadi korban, termasuk 83 orang meninggal dunia.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso merinci, dari total tersebut terdapat 83 korban meninggal dunia, 328 orang mengalami luka berat, dan 639 lainnya luka ringan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œ83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan,” ujar Edy dalam keterangan pers, Jumat (21/8/2026).

Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa masih sangat serius. Selain korban jiwa dan luka-luka, ribuan warga juga harus bertahan di tengah kondisi darurat dan ancaman gempa susulan.

Manggarai Timur Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak

Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling berat.

Basarnas mencatat 670 orang terdampak di daerah tersebut. Dari jumlah itu, 70 orang dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga :  TNI Habema Jelaskan Kronologi Tewasnya Warga Sipil Melkiana Dwitau di Intan Jaya

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa luasnya dampak gempa terhadap masyarakat Flores. Karena itu, pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi prioritas.

Gempa Susulan Terus Mengguncang

Situasi belum sepenuhnya aman. Gempa susulan masih terjadi hingga Jumat pagi.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyebut sekitar 4.350 gempa susulan telah tercatat hingga pukul 08.00 WITA.

Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan beragam. Gempa terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M1,1.

Selain itu, sebanyak 31 gempa susulan berkekuatan di atas M5 tercatat, sementara 118 kejadian dirasakan masyarakat.

Kondisi ini membuat warga harus tetap waspada. Masyarakat yang rumahnya rusak atau berada di lokasi rawan juga perlu mengikuti arahan petugas dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh.

Stok Makanan Pengungsi Mulai Menipis

Di tengah ancaman gempa susulan, persoalan kebutuhan dasar mulai menjadi perhatian. Sejumlah pengungsi di wilayah terdampak dilaporkan menghadapi keterbatasan persediaan makanan.

Warga Desa Palue, Kabupaten Sikka, Elloysia mengatakan stok makanan bagi pengungsi mulai menipis. Distribusi bantuan juga belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah.

β€œStok makanan mulai menipis, bantuan belum bisa dialokasikan semua,” ujarnya.

Menurut Elloysia, sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah. Desa Kesokoja, Dusun Edo dan Kampung Natakuni termasuk lokasi yang dilaporkan mengalami banyak kerusakan rumah.

Baca Juga :  Karyawati Koperasi PNM Tewas Mengenaskan, Sempat Hilang Usai Menagih Nasabah

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan di wilayah yang mudah dijangkau.

Warga di daerah terpencil juga membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan, tempat berlindung dan dukungan psikologis.

Bantuan Harus Bergerak Cepat dan Merata

Besarnya dampak gempa membuat distribusi bantuan menjadi pekerjaan mendesak.

Pemerintah dan seluruh unsur terkait perlu memastikan bantuan tidak berhenti di posko utama, tetapi benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Terlebih, gempa susulan masih terjadi. Warga yang kehilangan rumah membutuhkan perlindungan sekaligus kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Bagi masyarakat, kewaspadaan juga menjadi kunci. Jangan kembali ke bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Siapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, air minum, senter dan kebutuhan dasar lainnya.

Tragedi gempa NTT kembali mengajarkan bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan.

Ketika bumi kembali berguncang, pengetahuan, kewaspadaan dan solidaritas dapat menjadi penyelamat.

Data korban juga masih berpotensi berubah seiring proses pencarian, pendataan dan verifikasi di lapangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi
Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama
KemenHAM Blusukan ke Flores, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka dan 92.735 Mengungsi
Mengerikan! 9 Perempuan Diduga Disandera KKB di Jila Mimika, Ada Anak SD
Napi Asimilasi Lapas Warungkiara Kabur, Tinggal 2 Bulan Lagi Bebas

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama

Berita Terbaru

Uni Emirat Arab membekukan seluruh kegiatan perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran setelah ancaman serangan rudal balistik kembali mencuat di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:15 WIB