Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok dan Vietnam mempertegas aliansi ideologi dan ekonomi mereka melalui pertemuan puncak di Beijing. Presiden Xi Jinping menerima kunjungan kenegaraan Presiden To Lam guna merumuskan arah baru hubungan bilateral pada hari Rabu.

Dalam konteks ini, kunjungan tersebut mencatatkan sejarah sebagai perjalanan luar negeri pertama To Lam sebagai presiden terpilih. Oleh karena itu, Beijing memandang langkah ini sebagai bukti nyata betapa pentingnya posisi Tiongkok dalam arsitektur diplomasi Vietnam di tahun 2026.

Mempertahankan Akar Sosialis dan Dialog “3+3”

Presiden Xi Jinping menekankan bahwa kepemimpinan partai komunis merupakan kekuatan terbesar dari sistem sosialis. Menurutnya, mempertahankan posisi partai penguasa adalah kepentingan strategis bersama antara Partai Komunis Tiongkok (CPC) dan Partai Komunis Vietnam (CPV).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, kedua negara sepakat untuk memperkuat mekanisme dialog strategis “3+3”. Mekanisme ini mencakup koordinasi intensif di bidang diplomasi, pertahanan, dan keamanan publik. Xi mendesak agar semua upaya reformasi di kedua negara tidak mengubah arah sistem politik maupun kedaulatan ideologi yang telah mereka bangun.

Baca Juga :  Pengemudi Ngaku Pikiran Kosong, Mobil BYD Tabrak Kios dan Lukai 5 Warga di Tanjung Priok

Modernisasi dan Konektivitas Teknologi Tinggi

Pilar kedua dari kesepakatan ini adalah akselerasi modernisasi nasional. Tiongkok dan Vietnam akan memprioritaskan penyelarasan strategi pembangunan melalui konektivitas infrastruktur perbatasan yang lebih modern.

Secara khusus, Xi menyerukan penguatan kerja sama di sektor-sektor berkembang:

  1. Kecerdasan Buatan (AI): Pengembangan etika dan aplikasi teknologi pintar.
  2. Semikonduktor: Pengamanan rantai pasok cip regional.
  3. Internet of Things (IoT): Integrasi sistem digital lintas batas.

Sebagai hasilnya, Tiongkok membuka pintu lebih lebar bagi produk-produk berkualitas asal Vietnam guna memasuki pasar domestik mereka. Untuk mempererat hubungan antar-masyarakat, kedua pemimpin juga meresmikan “Tahun Kerja Sama Pariwisata Tiongkok-Vietnam” periode 2026–2027.

Melawan Unilateralisme dan Peran di ASEAN

Di panggung internasional, Beijing dan Hanoi sepakat untuk menentang praktik unilateralisme dan proteksionisme ekonomi. Akibatnya, kedua negara berkomitmen menjaga stabilitas rantai pasok global dan sistem perdagangan bebas yang kini sedang terancam oleh berbagai konflik regional.

Baca Juga :  Profil Politik dan Kontroversi Setya Novanto: Mantan Ketua DPR Bebas Bersyarat

Terlebih lagi, Xi menyatakan kesiapan Tiongkok untuk mempererat koordinasi dengan negara-negara kawasan melalui kemitraan strategis Tiongkok-ASEAN yang kini memasuki tahun kelima. Dalam hal ini, Vietnam bertindak sebagai jembatan krusial dalam membangun komunitas ASEAN yang memiliki masa depan bersama dengan Tiongkok.

Pilihan Strategis bagi Stabilitas Asia

Presiden To Lam menegaskan bahwa pengembangan hubungan dengan Tiongkok merupakan kebutuhan objektif dan pilihan strategis utama bagi negaranya. Pada akhirnya, Vietnam tetap teguh mendukung kebijakan “Satu Tiongkok” dan bersiap meningkatkan level investasi di sektor perkeretaapian dan infrastruktur dasar.

Dengan demikian, KTT Beijing 2026 ini memberikan sinyal kuat bahwa stabilitas di Asia Tenggara akan sangat bergantung pada kesolidan hubungan antara dua raksasa komunis tersebut. Di tengah ketidakpastian dunia, sinergi antara Xi Jinping dan To Lam diharapkan mampu menjadi jangkar bagi perdamaian dan pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi di kawasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi
Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan
Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional
Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka
Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia
Usia Pensiun Polri Naik, Wamenkum Jelaskan Isi Revisi UU Polri
Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor
KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:40 WIB

Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:46 WIB

Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:24 WIB

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Berita Terbaru

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:46 WIB

Ilustrasi, Pesan kemanusiaan dari Madrid. Paus Leo XIV menyampaikan pidato bersejarah di hadapan parlemen Spanyol untuk membela hak migran dan hukum internasional di tengah polarisasi politik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:39 WIB

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

INTERNASIONAL

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:24 WIB