Demo Besar di DPR RI Hari Ini, Polda Metro Jaya Imbau Warga Hindari Lokasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi kemacetan parah di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (16/4/2026).

Pasalnya, dua gelombang aksi unjuk rasa besar dipastikan bakal membuat kawasan tersebut macet.

Kepadatan lalu lintas diprediksi mulai mengular sejak pukul 10.00 WIB. Sejumlah ruas vital yang berpotensi lumpuh total antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Palmerah Timur, hingga Jalan Gerbang Pemuda.

Informasi ini disampaikan melalui akun resmi @tmcpoldametro. Polisi menegaskan, lonjakan massa aksi berpotensi memicu kepadatan ekstrem di sekitar kompleks parlemen.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait rekayasa lalu lintas.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Barat Meluas, 12 RT Terendam - Jalan Utama Ikut Tergenang

Oleh karena itu, pengendara diminta bersiap dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Aksi Buruh Menggila, Tuntut Hapus Outsourcing

Gelombang pertama akan datang dari ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), bagian dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa diperkirakan membanjiri depan Gedung DPR RI sejak pukul 10.00 WIB.

Mereka akan membawa tuntutan panas, mulai dari desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru hingga seruan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah).

Aksi ini diprediksi menyedot ribuan peserta dari wilayah Jabodetabek, sehingga berpotensi memperparah kondisi lalu lintas.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

Sore Hari, Giliran Aksi ‘Ijazah Palsu Jokowi’

Tak berhenti di situ, aksi kedua akan memanas pada siang hingga sore hari. Kegiatan bertajuk “Panggung Rakyat Menggugat Ijazah Palsu Jokowi” dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Aksi ini akan menghadirkan mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum dalam format mimbar bebas untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Dengan dua aksi besar dalam satu hari, kawasan DPR RI dipastikan menjadi titik konsentrasi massa.

Masyarakat diimbau menghindari area tersebut atau mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB