Kuasa Hukum Bantah Tuduhan SMK IDN: Fitnah Keji, Klien Kami Korban Pembunuhan Karakter

Sabtu, 22 November 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Advokat Yogi Pajar Suprayogi saat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat. (Posnews/Ist)

Tim Advokat Yogi Pajar Suprayogi saat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan harus turun tangan menyelesaikan permasalahn murid dengan pihak sekolah. Pasalnya, polemik pemecatan seorang siswa SMK IDN Boarding School Pamijahan berbuntut panjang.

Kuasa Hukum siswa, Yogi Pajar Suprayogi, menegaskan seluruh tuduhan yang disebarkan pihak sekolah adalah fitnah, menyesatkan, dan diduga pembunuhan karakter terhadap kliennya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yogi membantah keras tuduhan siswa tersebut merokok di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menonton video porno, hingga menjalin hubungan dengan lawan jenis selama mengikuti kegiatan sekolah di luar negeri.

β€œTuduhan itu tidak benar, penuh rekayasa. Informasi yang beredar di media online adalah hoaks dan menyerang psikis anak klien kami,” tegas Yogi saat dikonfirmasi, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Yogi, kegiatan yang disebut PKL internasional oleh sekolah sejatinya adalah program backpacker ke 11 negara, bukan praktik kerja lapangan resmi.

Ia memaparkan, seluruh peserta backpacker diwajibkan membuat dan mengumpulkan karya ilmiah di setiap negara yang dikunjungi. Bahkan ujian kenaikan kelas digelar di luar negeri, bukan di Indonesia.

β€œAtas dasar itu kami meminta klarifikasi terbuka dari Mendikdasmen Mufti Ali, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bogor Rudi Susmanto, Dinas Pendidikan Jabar, DPMPTSP, hingga SMK IDN Jonggol dan Pamijahan,” ujarnya.

Yogi mempertanyakan legalitas program backpacker, legalitas ujian di luar negeri, serta izin sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan internasional.

Baca Juga :  SMK IDN Diduga Ilegal, Siswa Dipecat Tanpa Dasar: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Harus Bertindak

Merokok dan Menonton Pornografi

Kuasa Hukum juga mematahkan tuduhan sekolah bahwa siswa merokok dan mengakses konten pornografi saat berada di Arab Saudi.

β€œKeamanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat ketat. Mana mungkin ada siswa bebas merokok? Dan terkait tuduhan menonton video porno, mana buktinya? Kapan, di mana, siapa saksinya?” tegas Yogi.

Ia juga mengkritik dugaan penggunaan spyware di laptop milik siswa tanpa izin. β€œKalau memang ada sistem firewall atau spyware, tunjukkan datanya. Jangan hanya menuduh.”

Kuasa Hukum melayangkan somasi terbuka setelah mengetahui ponsel siswa disita pembimbing tanpa izin dan isi percakapannya dengan ibu kandung dijadikan materi kajian (halaqah) di depan siswa lain.

β€œAda dugaan bullying. Anak klien kami bahkan dihina dengan sebutan β€˜babi’ saat backpacker,” ucapnya.

Lebih jauh, Yogi menyebut kliennya ditawari β€œDO Spesial” oleh pihak sekolah. Dengan membayar Rp3 juta, siswa dijanjikan tetap mendapat nilai rapor dan ijazah tanpa harus sekolah.

β€œUang sudah dibayar, tapi anak klien belum ujian kenaikan kelas. Jurusannya juga tiba-tiba berubah dari TKJ menjadi PPLG tanpa izin orang tua. Ini sangat merugikan.”

Yogi mengungkapkan siswa dipulangkan dari China setelah mendapatkan SP3 dan DO.

β€œAnak klien kami dipulangkan sendirian tanpa pengawasan. Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Ini sangat membahayakan,” katanya.

Baca Juga :  Dudung Libatkan Kampus Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Polemik ini makin memanas. Pihak sekolah juga membuat laporan polisi terkait dugaan penyebaran video oleh orang tua siswa.

β€œItu hak mereka. Tapi laporan itu hanyalah tandingan dari laporan kami sebelumnya terkait dugaan penipuan dan penyelenggaraan pendidikan tanpa izin,” jelas Yogi.

Ia meminta aparat menelusuri dugaan pengoperasian sekolah tanpa izin, bangunan tanpa IMB, hingga dugaan pelanggaran penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) oleh jaringan sekolah IDN.

Tuduhan Tak Berizin Disebut Hoaks

Penasihat Hukum SMK IDN Boarding School Jonggol, Ustaz Salim Achmad, memberikan bantahan tegas. Menurutnya, siswa memang dikeluarkan karena melakukan pelanggaran berat berulang.

β€œAnak itu merokok, berpacaran, menonton video porno. Bahkan kedapatan merokok di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (21/11/2025).

Ustaz Salim juga menepis isu sekolah tidak berizin. Ia menyebut SMK IDN Jonggol memiliki izin operasional resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

β€œInformasi bahwa kami tidak punya izin adalah hoaks. Kami sudah laporkan balik dugaan penyebaran berita bohong ke Polres Cibinong,” ujarnya.

Kuasa hukum IDN lainnya, Febry Irmasnyah, menegaskan isu kini melebar jauh dari konteks awal.

β€œMasalahnya bergeser dari pelanggaran siswa menjadi tuduhan sekolah tidak berizin. Kami siap menghadapi proses hukumnya,” katanya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perampok Beraksi di Menteng, Tamu Luka 7 Tusukan dan Emas Dibawa Kabur
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display
DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan
Polisi Tangkap Pengendara PCX Bawa Obat Keras Saat Razia di Tamansari
Warga Jakarta Dapat Hadiah Spesial, Transportasi Umum Rp1 dan Wisata Gratis
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 27 Anggota TNI-Polri Terluka – 69 Orang Ditangkap
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:51 WIB

Perampok Beraksi di Menteng, Tamu Luka 7 Tusukan dan Emas Dibawa Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:57 WIB

DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:14 WIB

Polisi Tangkap Pengendara PCX Bawa Obat Keras Saat Razia di Tamansari

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:05 WIB

Warga Jakarta Dapat Hadiah Spesial, Transportasi Umum Rp1 dan Wisata Gratis

Berita Terbaru

Dokter urologi menjelaskan gejala pembesaran prostat yang menyebabkan pria sering buang air kecil pada malam hari dan mengganggu kualitas hidup. (Posnews/ist)

KESEHATAN

Sering Bangun Malam untuk Kencing? Bisa Jadi Gejala BPH

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:37 WIB

Lompatan besar seri POVA. Tecno resmi meluncurkan POVA 8 dengan inovasi layar belakang Alive Matrix Display dan kapasitas baterai monster 8000 mAh. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:32 WIB

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo mengamankan lokasi penindakan terhadap DPO KKB di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

HUKRIM

DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan

Kamis, 18 Jun 2026 - 15:57 WIB