TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan kemenangan telak koalisi berkuasa dalam pemilu Majelis Rendah pada hari Minggu. Hasil ini memberikan pemerintahannya mandat publik untuk melakukan “pergeseran kebijakan penting”.
Dalam konferensi pers pada hari Senin (9/2), Takaichi menyatakan bahwa Jepang harus meninggalkan kebijakan “penghematan fiskal yang berlebihan”. Ia akan segera mengimplementasikan kebijakan fiskal yang “bertanggung jawab namun agresif”. LDP tetap mencari kerja sama dengan partai oposisi karena posisi mereka merupakan minoritas di Majelis Tinggi.
Kekuatan Mayoritas Dua Pertiga dan Amandemen Konstitusi
Koalisi LDP dan JIP berhasil meraih 352 kursi. Angka ini melampaui ambang batas mayoritas dua pertiga untuk memulai proses amandemen konstitusi. Takaichi menyatakan kesiapannya untuk mengubah Konstitusi pasifik Jepang. Langkah ini membawa tujuan jangka panjang LDP semakin dekat dengan kenyataan.
Fokus utama amandemen mencakup pengenalan “klausul darurat”. Aturan ini memberikan kekuasaan lebih besar kepada pemerintah saat bencana besar atau serangan bersenjata. Selain itu, LDP ingin memperjelas status hukum Pasukan Bela Diri (SDF). Hal ini bertujuan mengakhiri perdebatan mengenai konstitusionalitas mereka. “Tidak ada masa depan bagi bangsa yang tidak berani mengambil tantangan,” tegas Takaichi.
Rencana Penangguhan Pajak dan Reaksi Pasar
Takaichi menegaskan komitmen penangguhan pajak konsumsi pangan sebesar 8 persen selama dua tahun. Pemerintah akan segera memajukan diskusi jadwal dan pendanaan melalui dewan nasional lintas partai. Mereka menargetkan kesimpulan sementara pada musim panas mendatang.
Peringkat persetujuan kabinet Takaichi tetap tinggi sejak menjabat pada Oktober lalu. LDP secara mandiri mengamankan 316 kursi, melonjak drastis dari 198 kursi sebelumnya. Sementara itu, mitra koalisinya, JIP, berhasil menambah kursi menjadi 36. Publik memperkirakan parlemen akan memilih kembali Takaichi sebagai Perdana Menteri pada 18 Februari mendatang.
Keruntuhan Oposisi dan Rekor Partisipasi Pemilih
Di sisi lain, pemilu ini memukul telak aliansi oposisi Centrist Reform Alliance. Kursi mereka merosot tajam dari 167 menjadi hanya 49 kursi. Kondisi ini memaksa mantan PM Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito mengumumkan pengunduran diri mereka. Noda menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas “kekalahan bersejarah” ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bangkitnya partai-partai kecil seperti Sanseito dan Team Mirai turut mewarnai kemenangan koalisi ini. Data Kementerian Urusan Internal menunjukkan tingkat partisipasi pemilih naik menjadi 56,26 persen. Rekor pemungutan suara awal sebanyak 27,02 juta orang memperkuat angka partisipasi tersebut. Dengan mandat yang besar, Takaichi kini memiliki jalan lapang untuk mengubah arah ekonomi dan pertahanan Jepang secara radikal.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















