Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Prancis mengambil langkah diplomatik tegas terhadap seorang pejabat tinggi Israel. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengumumkan larangan masuk bagi Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke wilayah Prancis pada hari Sabtu.

Keputusan ini mencerminkan kemarahan pemerintah global atas perlakuan terhadap aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Oleh karena itu, Paris tidak lagi memberikan ruang bagi pejabat yang dianggap mencederai martabat kemanusiaan.

Respon Atas Video Provokasi

Pemerintah Barat mengekspresikan kemarahan besar setelah Ben-Gvir mengunggah video di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dirinya sedang mengolok-olok para aktivis flotilla yang sedang ditahan oleh kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, beberapa aktivis mengeklaim pihak keamanan melakukan penganiayaan fisik selama masa penahanan. Meskipun demikian, Israel membantah tuduhan tersebut secara resmi. Zivan Freidin, juru bicara Layanan Penjara Israel, menyebut seluruh tuduhan itu “sangat palsu dan tidak memiliki dasar fakta.”

Baca Juga :  Konfrontasi Militer Terbuka: Israel dan AS Bombardir Iran

Desakan Sanksi Uni Eropa

Barrot tidak berhenti pada larangan masuk sepihak. Di samping itu, ia mendesak seluruh negara anggota Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi serupa terhadap Ben-Gvir.

“Saya meminta Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada Itamar Ben-Gvir,” tulis Barrot dalam platform X. Sebagai langkah tindak lanjut, otoritas Italia dan beberapa negara lainnya juga mulai memanggil utusan diplomatik Israel. Mereka menuntut penjelasan resmi mengenai standar perlakuan terhadap para aktivis bantuan kemanusiaan tersebut.

Ketegangan di Kabinet Israel

Tindakan Ben-Gvir menuai kecaman dari internal pemerintahan Israel sendiri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegur keras sang menteri secara terbuka. Netanyahu menilai perilaku Ben-Gvir tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai negara Israel.

Baca Juga :  Banjir Kebon Pala, Tim SAR Polairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Namun, Ben-Gvir tidak tinggal diam. Ia menyerang balik Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, di parlemen. Ben-Gvir menuduh Saar tunduk kepada pihak teroris. Ia juga menegaskan bahwa permintaan maaf kepada para aktivis hanya akan menunjukkan tanda kelemahan bagi posisi Israel saat ini.

Konteks Operasi Flotilla Gaza

Aktivis meluncurkan kapal bantuan dari Turki minggu lalu untuk menembus blokade Gaza. Angkatan Laut Israel kemudian mencegat kapal-kapal tersebut di perairan internasional. Pihak Israel menganggap misi tersebut hanyalah “aksi publisitas untuk mendukung Hamas.”

Walaupun demikian, para aktivis menolak tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa misi mereka murni bertujuan untuk menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Maka dari itu, ketegangan ini menempatkan diplomasi Israel dalam posisi yang semakin sulit di panggung internasional.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB