Mediasi Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Deadlock, Kasus Fitnah Lanjut ke Bareskrim

Selasa, 23 September 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Upaya damai antara mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan selebgram Lisa Mariana resmi buntu. Mediasi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025), dinyatakan deadlock.

Kuasa hukum Lisa, John Boy Nababan, menyebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke penyidik Siber Bareskrim Polri. “Proses tetap jalan, semua kami serahkan ke Bareskrim,” tegasnya.

Sebaliknya, kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya, menegaskan kliennya sejak awal menutup pintu damai. Menurutnya, fitnah Lisa bukan hanya merusak nama baik, tapi juga mengguncang rumah tangga RK dengan Atalia Praratya. “Ridwan Kamil ingin beri efek jera, kasus ini harus tuntas di pengadilan,” ucap Muslim.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas Ditabrak Rantis Polisi

Muslim juga menolak mentah-mentah usulan Lisa untuk tes DNA ulang di luar negeri. Ia menegaskan hasil tes DNA Pusdokkes Polri sudah final, sah, dan mengikat. “Tidak ada dasar hukum untuk tes ulang. Ini bukan penyakit yang bisa minta second opinion,” tegasnya.

Baca Juga :  Joki Strava: Ketika Keringat Orang Lain Menjadi Ajang Pamer Kita

Sebagai catatan, Ridwan Kamil resmi melaporkan Lisa Mariana pada 11 April 2025 dengan nomor LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI. Kasus ini kini sudah masuk tahap penyidikan. Hasil tes DNA memastikan Ridwan Kamil tidak identik dengan anak Lisa, CA, sekaligus membungkam isu perselingkuhan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB