Mendag Budi Santoso Pantau Harga Sembako dan Pimpin Aksi Bersih Pasar

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih Pasar Kramat Jati sambil meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Lebaran. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih Pasar Kramat Jati sambil meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Lebaran. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung menggelar aksi bersih pasar (korve) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Setelah itu, keduanya langsung mengecek harga dan stok kebutuhan pokok (bapok) menjelang Lebaran.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan aman menjelang Idulfitri 1447 H.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan bahwa kebersihan pasar rakyat menjadi kunci utama menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

Ia bahkan menyebut pasar tradisional bisa berkembang menjadi destinasi wisata kuliner jika dikelola dengan baik.

“Pasar bukan hanya tempat belanja, tapi juga bisa menjadi pusat wisata kuliner. Jika pasar semakin bersih, masyarakat akan lebih nyaman, ekonomi bergerak, dan kesehatan masyarakat juga terjaga,” tegas Mendag Busan.

Gerakan Nasional Bersihkan Pasar Nusantara

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa aksi bersih ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan).

Program ini digagas Kementerian Perdagangan untuk mengajak pedagang, pengelola pasar, pemerintah daerah, hingga masyarakat melakukan aksi bersih sekaligus mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Melalui Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025, pemerintah mendorong seluruh daerah menggelar aksi bersih pasar secara rutin di pasar rakyat di seluruh Indonesia.

“Pasar adalah ruang budaya tempat masyarakat bertemu. Karena itu, kebersihan pasar harus mencerminkan budaya bersih masyarakatnya,” ujar Hanif.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong mengatasi persoalan sampah dari hulu, mulai dari rumah tangga hingga kawasan pasar.

Baca Juga :  Konsumen Cerdas Bisa Tekan Impor dan Dorong Produk Lokal

“Tanpa kerja bersama, masalah sampah tidak akan selesai. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama mulai sekarang,” tegas Hanif.

Pedagang Sambut Positif

Aksi bersih pasar ini disambut positif para pedagang. Ati, pedagang telur di Pasar Kramat Jati, mengaku kegiatan tersebut membuat lingkungan pasar menjadi lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih pasar sebenarnya sudah sering dilakukan oleh pihak kelurahan setempat, namun dengan keterlibatan pemerintah pusat kegiatan ini menjadi lebih besar dan terorganisasi.

Pemkot Jaktim Perkuat Program Bank Sampah

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan pihaknya terus menjalankan program pengelolaan sampah sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

Saat ini, Pemkot Jakarta Timur gencar mensosialisasikan pemilahan sampah dari rumah tangga hingga tingkat rukun warga (RW).

Beberapa wilayah seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo bahkan sudah memiliki bank sampah induk yang terpusat di Kecamatan Ciracas untuk menampung sampah anorganik.

“Kami melakukan sosialisasi secara masif, bahkan dari rumah ke rumah, agar masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga,” jelas Munjirin.

Harga Bahan Pokok Dipastikan Stabil

Usai aksi bersih pasar, Mendag Busan langsung mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kramat Jati.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga kebutuhan pokok secara nasional masih relatif stabil dengan pasokan yang cukup menjelang Lebaran.

“Hari ini kami mengecek langsung harga di pasar. Berdasarkan pemantauan SP2KP, harga bahan pokok masih terkendali dan stok aman,” jelas Mendag Busan.

Baca Juga :  UU PPRT Disahkan, Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga Terancam Sanksi

Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Kramat Jati

Hasil pantauan menunjukkan beberapa komoditas dijual sesuai atau bahkan di bawah harga acuan pemerintah, antara lain:

  • Bawang putih honan: Rp35.000/kg
  • Cabai merah keriting: Rp45.000/kg
  • MINYAKITA: Rp15.700/liter
  • Daging sapi: Rp140.000/kg
  • Tepung terigu: Rp12.000/kg
  • Minyak goreng premium: Rp22.000/liter
  • Namun, beberapa komoditas tercatat sedikit di atas harga acuan, seperti:
  • Beras medium: Rp13.000/kg
  • Beras premium: Rp16.000/kg
  • Gula pasir: Rp18.000/kg
  • Daging ayam ras: Rp42.000/kg
  • Telur ayam ras: Rp31.000/kg
  • Bawang merah: Rp45.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp100.000/kg

Pemerintah Pantau Harga di 550 Pasar

Mendag Busan menegaskan pemerintah memantau harga kebutuhan pokok setiap hari melalui SP2KP yang memantau sekitar 550 pasar di seluruh Indonesia.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mendeteksi kenaikan harga lebih cepat dan segera mengambil langkah stabilisasi.

“Setiap hari kami memantau pergerakan harga di ratusan pasar melalui dashboard SP2KP. Jadi, jika ada kenaikan harga, kami bisa langsung koordinasi dengan daerah, Satgas Pangan, dan pemasok,” ujar Busan.

Pedagang Daging: Harga Masih Aman

Pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Samsul, mengatakan harga daging saat ini berada di kisaran Rp140.000 per kilogram dan masih tergolong stabil menjelang Lebaran.

“Biasanya menjelang Lebaran bisa naik sampai Rp150.000/kg, tapi sekarang masih di Rp140.000/kg,” ujar Samsul.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, serta Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan yang mendampingi Mendag Busan saat peninjauan pasar. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB