Indonesia Menang Sengketa Biodiesel di WTO, UE Diminta Cabut Bea Imbalan

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia meraih kemenangan penting dalam sengketa perdagangan melawan Uni Eropa (UE) terkait bea imbalan impor biodiesel Indonesia, dikenal sebagai Sengketa DS618. Panel WTO pada Jumat (22/8) menyatakan UE bertindak inkonsisten terhadap Perjanjian Subsidi dan Anti Subsidi (WTO ASCM) di beberapa aspek kunci.

Menteri Perdagangan Sambut Positif

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyambut hasil putusan ini. Ia menegaskan kemenangan menunjukkan konsistensi Indonesia mematuhi aturan perdagangan internasional tanpa menerapkan kebijakan yang merugikan pasar global.

“Kemenangan ini membuktikan Pemerintah Indonesia konsisten mematuhi aturan perdagangan internasional. Kami mendesak UE segera mencabut bea masuk imbalan yang tidak sesuai aturan WTO,” tegas Mendag Busan.

Tiga Aspek Kunci Putusan WTO

Mendag Busan merinci kemenangan Indonesia:

  • Subsidisasi Minyak Sawit: Panel WTO menolak klaim UE bahwa Indonesia memerintahkan pelaku usaha menjual minyak sawit ke produsen biodiesel dengan harga rendah.
  • Bea Keluar dan Pungutan Ekspor: Panel menilai kebijakan ini tidak dapat dikategorikan sebagai subsidi.
  • Tidak Ada Kerugian Material: Panel menyatakan UE gagal membuktikan kerugian produsen biodiesel Eropa akibat ekspor Indonesia dan mengabaikan faktor pasar lain.

“Dengan demikian, bea masuk imbalan UE terhadap biodiesel Indonesia tidak berdasar bukti objektif,” jelas Mendag Busan.

Kerja Sama Pemerintah dan Swasta

Mendag Busan menekankan, kemenangan ini hasil kerja sama erat pemerintah, sektor swasta, dan ahli hukum internasional Indonesia. Hal ini membuktikan kemampuan Indonesia bersaing adil di pasar global dan membela kepentingan nasional melalui WTO.

Baca Juga :  CCTV Gedung Wajib Terkoneksi Pemprov DKI, Jakarta Menuju Kota Terintegrasi

“Kemenangan ini menunjukkan relevansi WTO sebagai forum penyelesaian sengketa perdagangan. Kami berharap seluruh anggota WTO tetap berpegang pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan (rule-based),” tambah Mendag Busan.

Sekretaris Jenderal Kemendag RI, Isy Karim, menegaskan pemerintah komitmen menjaga perdagangan yang adil dan berimbang. “Kami berharap UE menghormati putusan WTO dan menyesuaikan kebijakannya agar ekspor biodiesel Indonesia pulih,” ujarnya.

Kemendag akan memanfaatkan seluruh instrumen diplomasi dan hukum untuk memastikan putusan WTO diimplementasikan. “Kami berkomitmen mendukung industri biodiesel nasional dan memastikan akses pasar global yang adil bagi produk Indonesia,” pungkas Isy. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB