Menteri HAM Natalius Pigai Luncurkan Satu Data HAM, Akhiri Kacau-Balau Data Hak Asasi di Indonesia

Jumat, 21 November 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai meluncurkan program Satu Data HAM dalam acara Kick Off di Hotel Shangri-La Jakarta. (Posnews/KemenHAM)

Menteri HAM Natalius Pigai meluncurkan program Satu Data HAM dalam acara Kick Off di Hotel Shangri-La Jakarta. (Posnews/KemenHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membuat gebrakan baru yakni merapikan data HAM Indonesia yang selama ini carut-marut.

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan Indonesia butuh kebijakan pembangunan yang disokong data HAM akurat, mutakhir, dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Kementerian HAM resmi meluncurkan Satu Data HAM, sebuah langkah konkret untuk menghentikan fragmentasi data HAM yang selama ini menghantui negeri.

Penguatan tata kelola data adalah fondasi peradaban HAM, sesuai arah Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” ujar Pigai dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11/2025).

Acara Kick Off Satu Data HAM berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari Satu Data Indonesia (SDI) sesuai Perpres Nomor 39 Tahun 2019.

Dalam penyusunannya, Kementerian HAM berdialog intensif dengan Bappenas dan BPS sebagai poros pembina data nasional.

Selanjutnya, Pigai menekankan platform Satu Data HAM membuka akses berbagi pakai data yang standar bagi kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Langkah ini menandai era baru keterhubungan data HAM yang selama ini tumpang tindih.

Baca Juga :  Viral Video Pelecehan Seksual di Transjakarta, Manajemen Siap Dampingi Korban

Hingga kini, Kementerian HAM telah merampungkan Permen HAM Nomor 13 Tahun 2025, Keputusan Menteri HAM tentang Penyelenggara Satu Data HAM, tampilan awal platform (mockup), dan Grand Design Tata Kelola Data HAM.

Pigai menegaskan setiap angka dalam platform bukan sekadar statistik. “Setiap data mewakili manusia dan hak-haknya,” tuturnya. Ia menyebut Satu Data HAM sebagai etalase pembangunan HAM Indonesia, yang merekam perlindungan, pemenuhan, dan penghormatan HAM secara komprehensif.

Memetakan Hambatan Utama

Pigai juga membeberkan bahwa sejak berdiri pada Oktober 2024, Kementerian HAM memetakan hambatan utama: data HAM tersebar, tidak terhubung, dan menghambat kebijakan pembangunan nasional berbasis nilai HAM. Karena itu, Satu Data HAM diyakini menjadi jawabannya.

Fragmentasi data adalah tembok besar. Inisiatif ini merobohkannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat

Dengan demikian, Pigai mengajak kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk ikut memberi masukan. Ia yakin ekosistem Satu Data HAM akan mendorong kebijakan pembangunan yang lebih adil dan manusiawi.

“Kick-Off Satu Data HAM adalah langkah awal menuju tata kelola data nasional yang lebih solid. Kami ingin Satu Data HAM menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi HAM, Linda Pratiwi, memastikan roadmap lima tahun ke depan sudah matang.

Milestone yang disiapkan mencakup penyusunan regulasi, pembangunan infrastruktur, integrasi data nasional, interoperabilitas layanan, pengembangan AI, hingga penguatan kebijakan HAM berbasis data.

Mulai tahun depan, kami mulai konsolidasi data HAM bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” tegas Linda.

Acara tersebut turut dihadiri Irwasum Polri, perwakilan Badan Gizi Nasional, Kemenparekraf, Pemprov DKI Jakarta, serta pejabat eselon II dari berbagai instansi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB