Take-Two Seret Peretas GTA 6 ke Jalur Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Induk perusahaan Rockstar Games, Take-Two Interactive, mengajukan perintah pengadilan kepada Microsoft dan Discord untuk membongkar identitas peretas GTA 6. Dok: Istimewa.

Induk perusahaan Rockstar Games, Take-Two Interactive, mengajukan perintah pengadilan kepada Microsoft dan Discord untuk membongkar identitas peretas GTA 6. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, NEW YORK — Take-Two Interactive mengambil langkah hukum tegas untuk memburu peretas gim Grand Theft Auto VI (GTA 6). Induk perusahaan Rockstar Games ini mengajukan perintah pengadilan kepada Microsoft dan Discord. Langkah tersebut bertujuan mengungkap identitas asli kelompok pembocor bernama Cyberleek.

Take-Two mengajukan perintah pengadilan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York pada 20 Agustus. Permintaan hukum berbasis DMCA ini menuntut data identitas pemilik akun yang menyebarkan rekaman tak resmi. Dokumen tersebut menegaskan bahwa seluruh materi audio visual dan dialog GTA 6 dilindungi hak cipta.

Baca Juga :  Baterai Keyboard Wireless SteelSeries Menggembung

Kelompok Cyberleek sebelumnya menyebarkan rekaman video peragaan permainan serta peta wilayah Leonida. Kebocoran masif ini terjadi di tengah persiapan promosi resmi Rockstar Games. Oleh karena itu, Take-Two berupaya menghentikan penyebaran materi ilegal tersebut secara permanen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Microsoft menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Take-Two dan Rockstar Games. Microsoft dan Discord memiliki tenggat waktu hingga 4 September untuk menyerahkan data penelusuran identitas digital. Sementara itu, Rockstar Games tetap mengagendakan promosi resmi terbaru menjelang peluncuran gim pada 19 November 2026.

Baca Juga :  Perlindungan Tenaga Kerja dalam Rantai Pasok TBS

Kasus peretasan ini mengganggu momentum pemasaran yang dirancang sebelum peluncuran gim. Sebelum insiden terbaru ini, Rockstar Games juga pernah menghadapi kebocoran data serupa pada tahun 2022. Oleh sebab itu, pengembang gim raksasa ini memperketat keamanan siber untuk melindungi aset digital mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMD Rilis Radeon RX 9050 Varian 4 GB untuk Komputer
Kenaikan Harga Memori Mengancam Handheld PlayStation 6
Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui
Harga Memori DDR4 Diprediksi Melonjak 50% pada Kuartal III
HYDRA, Tool Overclocking yang Buka Potensi Ekstra RTX 50
Supreme Analogue Pocket Hadir dengan Lapisan Emas 24K
Burn-in Layar OLED Masih Jadi Risiko bagi Gamer
Elden Ring untuk Switch 2 Tampil Lebih Stabil di 30 FPS

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:00 WIB

AMD Rilis Radeon RX 9050 Varian 4 GB untuk Komputer

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Take-Two Seret Peretas GTA 6 ke Jalur Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kenaikan Harga Memori Mengancam Handheld PlayStation 6

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Harga Memori DDR4 Diprediksi Melonjak 50% pada Kuartal III

Berita Terbaru

AMD resmi menaikkan harga panduan kartu grafis Radeon RX 9000 series hingga 20 persen, dengan RX 9070 XT kini menembus US$1.000. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Rilis Radeon RX 9050 Varian 4 GB untuk Komputer

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:00 WIB

Induk perusahaan Rockstar Games, Take-Two Interactive, mengajukan perintah pengadilan kepada Microsoft dan Discord untuk membongkar identitas peretas GTA 6. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Take-Two Seret Peretas GTA 6 ke Jalur Hukum

Selasa, 25 Agu 2026 - 09:04 WIB

Lonjakan harga chip memori LPDDR5X akibat krisis pasokan AI diprediksi membuat harga konsol genggam PlayStation 6 melampaui 600 Dolar AS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kenaikan Harga Memori Mengancam Handheld PlayStation 6

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:00 WIB

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan denda hingga 10 persen pendapatan global platform. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:00 WIB