POSNEWS.CO.ID, NEW YORK — Take-Two Interactive mengambil langkah hukum tegas untuk memburu peretas gim Grand Theft Auto VI (GTA 6). Induk perusahaan Rockstar Games ini mengajukan perintah pengadilan kepada Microsoft dan Discord. Langkah tersebut bertujuan mengungkap identitas asli kelompok pembocor bernama Cyberleek.
Take-Two mengajukan perintah pengadilan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York pada 20 Agustus. Permintaan hukum berbasis DMCA ini menuntut data identitas pemilik akun yang menyebarkan rekaman tak resmi. Dokumen tersebut menegaskan bahwa seluruh materi audio visual dan dialog GTA 6 dilindungi hak cipta.
Kelompok Cyberleek sebelumnya menyebarkan rekaman video peragaan permainan serta peta wilayah Leonida. Kebocoran masif ini terjadi di tengah persiapan promosi resmi Rockstar Games. Oleh karena itu, Take-Two berupaya menghentikan penyebaran materi ilegal tersebut secara permanen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak Microsoft menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Take-Two dan Rockstar Games. Microsoft dan Discord memiliki tenggat waktu hingga 4 September untuk menyerahkan data penelusuran identitas digital. Sementara itu, Rockstar Games tetap mengagendakan promosi resmi terbaru menjelang peluncuran gim pada 19 November 2026.
Kasus peretasan ini mengganggu momentum pemasaran yang dirancang sebelum peluncuran gim. Sebelum insiden terbaru ini, Rockstar Games juga pernah menghadapi kebocoran data serupa pada tahun 2022. Oleh sebab itu, pengembang gim raksasa ini memperketat keamanan siber untuk melindungi aset digital mereka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














