Konsolidasi Militer di Nay Pyi Taw: Senior Jenderal Min Aung Hlaing Resmi Dilantik Jadi Presiden Myanmar

Jumat, 10 April 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babak baru kekuasaan. Senior Jenderal Min Aung Hlaing secara resmi mengambil sumpah sebagai Presiden Myanmar, mempertegas kendali militer atas struktur pemerintahan sipil di Nay Pyi Taw tahun 2026. Dok: Xinhua.

Babak baru kekuasaan. Senior Jenderal Min Aung Hlaing secara resmi mengambil sumpah sebagai Presiden Myanmar, mempertegas kendali militer atas struktur pemerintahan sipil di Nay Pyi Taw tahun 2026. Dok: Xinhua.

NAY PYI TAW, POSNEWS.CO.ID – Struktur kepemimpinan tertinggi Myanmar secara resmi mengalami transisi pada hari Jumat. Senior Jenderal Min Aung Hlaing mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden Myanmar dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung di ibu kota.

Dalam konteks ini, pelantikan tersebut berlangsung pada sesi hari keenam dari pertemuan reguler pertama Pyidaungsu Hluttaw Ketiga. Langkah ini merupakan puncak dari rangkaian proses politik yang militer rancang guna melegitimasi kekuasaan eksekutif di tahun 2026.

Pelantikan Wakil Presiden dan Pejabat Tinggi

Dalam sesi yang sama, pemerintah juga melantik dua figur kunci untuk mendampingi presiden. U Nyo Saw dan Nan Ni Ni Aye secara resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Myanmar. Selain itu, Ketua Parlemen memimpin pengambilan sumpah bagi jajaran menteri dan otoritas hukum tertinggi negara.

Baca Juga :  Hanya Tiga Kapal Berani Lintasi Selat Hormuz Pasca-Gencatan Senjata

Daftar pejabat yang dilantik meliputi:

  • Ketua Mahkamah Agung dan jajaran hakim agung.
  • Menteri-menteri Persatuan.
  • Jaksa Agung Persatuan.
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum Persatuan.
  • Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Sentral Myanmar.
  • Ketua serta anggota Komisi Anti-Korupsi.

Oleh karena itu, pelantikan massal ini bertujuan untuk memastikan seluruh fungsi birokrasi berada di bawah kendali langsung kepemimpinan baru. Penunjukan tokoh-tokoh ini dipandang sebagai upaya untuk memperkuat stabilitas administratif di tengah tantangan keamanan nasional yang masih berlanjut.

Latar Belakang Pemilihan: Mandat Kolese Elektoral

Min Aung Hlaing, yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Tertinggi Layanan Pertahanan, meraih posisi presiden melalui mekanisme elektoral internal. Kolese Elektoral Kepresidenan secara resmi memilihnya pada 3 April lalu. Sebagai hasilnya, ia kini memegang otoritas sipil tertinggi setelah bertahun-tahun memimpin melalui dewan militer.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Motor Bekas 5 Jutaan yang Layak Dibeli Tahun 2025

Meskipun demikian, komunitas internasional terus memantau dampak dari konsolidasi kekuasaan ini terhadap kedaulatan demokrasi di Asia Tenggara. Dalam hal ini, keberhasilan pemerintahan baru dalam memulihkan ketertiban hukum akan menjadi parameter utama bagi kredibilitas rezim di mata dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanti Arah Kebijakan Nay Pyi Taw

Masa depan Myanmar di bawah kepemimpinan Min Aung Hlaing kini memasuki fase implementasi kebijakan strategis. Pada akhirnya, dunia menanti apakah transisi formal ke pemerintahan sipil ini akan membawa perubahan nyata bagi stabilitas regional.

Dengan demikian, pelantikan hari Jumat ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan politik Myanmar di sisa dekade ini. Nay Pyi Taw kini bersiap menjalankan agenda pembangunan nasional sembari menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi global di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi Gugur Akibat Serangan Udara AS-Israel
Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah
Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita
Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata
Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Pelaku Ngaku Pimpinan Langsung Ditangkap
Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Rudal: Netanyahu Incar Dialog Langsung dengan Lebanon
Wanita Tewas di Bekasi dengan Leher Terluka, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Sadis
Puncak Misi Damai: Xi Jinping Temui Ketua KMT Cheng Li-wun di Beijing

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:42 WIB

Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi Gugur Akibat Serangan Udara AS-Israel

Jumat, 10 April 2026 - 21:31 WIB

Konsolidasi Militer di Nay Pyi Taw: Senior Jenderal Min Aung Hlaing Resmi Dilantik Jadi Presiden Myanmar

Jumat, 10 April 2026 - 21:19 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah

Jumat, 10 April 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita

Jumat, 10 April 2026 - 20:28 WIB

Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata

Berita Terbaru

Membela konstitusi pasifis. Aliansi partai oposisi Jepang mengajukan proposal bersama guna menolak rencana pelonggaran ekspor senjata mematikan tanpa pengawasan parlemen di tengah penguatan militer Tokyo tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata

Jumat, 10 Apr 2026 - 20:28 WIB