Puncak Misi Damai: Xi Jinping Temui Ketua KMT Cheng Li-wun di Beijing

Jumat, 10 April 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ialog satu dekade. Pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping menyambut Ketua KMT Cheng Li-wun di Beijing, mempertegas komitmen peremajaan nasional dan tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas lintas selat tahun 2026. Dok: Xinhua.

ialog satu dekade. Pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping menyambut Ketua KMT Cheng Li-wun di Beijing, mempertegas komitmen peremajaan nasional dan tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas lintas selat tahun 2026. Dok: Xinhua.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Puncak kunjungan delegasi Taiwan ke Tiongkok daratan terjadi di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada Jumat pagi. Presiden Xi Jinping secara resmi menerima kunjungan Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, dalam sebuah pertemuan yang penuh nilai simbolis.

Dalam konteks ini, pertemuan tersebut merupakan dialog tingkat tertinggi antara kedua partai sejak satu dekade terakhir. Langkah diplomatik ini bertujuan untuk memperkuat landasan politik bersama guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan Asia Timur pada tahun 2026.

Pesan Xi Jinping: Peremajaan Bangsa adalah Kepastian

Dalam pidato pembukaannya, Xi Jinping menegaskan bahwa dinamika internasional tidak akan mengubah arah besar bangsa Tiongkok. Menurutnya, upaya menuju peremajaan nasional yang agung merupakan tren yang sudah tidak dapat pihak mana pun bendung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Momentum bagi rakyat Tiongkok di kedua sisi selat untuk bersatu tidak akan pernah berubah,” tegas Xi. Oleh karena itu, Beijing memandang kunjungan Cheng Li-wun sebagai sinyal positif bagi penguatan identitas nasional yang melampaui perbedaan politik. Xi meyakini bahwa kesadaran akan akar sejarah yang sama menjadi kunci utama stabilitas jangka panjang.

Baca Juga :  Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25

Tanggung Jawab Bersama KMT dan CPC

Xi juga menyoroti aspirasi rakyat di kedua sisi Selat Taiwan yang menginginkan ketenangan dan kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, ia melabeli upaya perbaikan hubungan lintas selat sebagai kewajiban moral yang mendesak.

“Ini adalah tanggung jawab yang tidak dapat CPC dan KMT hindari,” ujar Xi sebagaimana laporan kantor berita Xinhua. Sebagai hasilnya, kedua partai harus bekerja sama lebih erat guna merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Keberhasilan dialog ini dipandang sebagai motor penggerak utama bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di tahun 2026 ini.

Tour Diplomatik: Dari Nanjing ke Jantung Kekuasaan

Sebelum tiba di Beijing, Cheng Li-wun telah memimpin delegasinya mengunjungi Provinsi Jiangsu dan kota Shanghai. Selanjutnya, kunjungan ke makam Sun Yat-sen di Nanjing sebelumnya mempertegas penghormatan KMT terhadap sejarah perjuangan bangsa yang sama dengan pihak daratan.

Baca Juga :  Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Bahkan, masyarakat di daratan menyambut hangat kehadiran delegasi tersebut sebagai bentuk pencairan kebekuan komunikasi. Langkah Cheng ini mengikuti jejak para pemimpin senior KMT terdahulu yang selalu mengedepankan dialog daripada konfrontasi. Akibatnya, posisi KMT sebagai penyeimbang politik di Taiwan kian menguat di mata komunitas internasional.

Menanti Implementasi Hasil Dialog

Masa depan hubungan lintas selat kini bergantung pada seberapa efektif poin-poin kesepahaman di Beijing dapat pihak terkait implementasikan. Pada akhirnya, pertemuan Xi-Cheng memberikan napas baru bagi upaya de-eskalasi di kawasan Pasifik Barat.

Dengan demikian, dunia internasional memantau apakah semangat “Keluarga Besar Tiongkok” ini mampu meredam ketegangan militer yang sempat memuncak. KMT di bawah kepemimpinan Cheng Li-wun berupaya membuktikan bahwa perdamaian melalui pengakuan sejarah bersama adalah solusi paling rasional bagi seluruh rakyat Tiongkok di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu 11 Kg dari Malaysia, Satu DPO Ditangkap
Pria 39 Tahun Ditangkap Polisi Usai Siarkan Konten Asusila demi Followers
PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme
Bareskrim Segel THM New Zone Medan, Dugaan TPPU Narkoba, Ini Kronologinya
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah
Kem Sokha Bebas: Raja Kamboja Berikan Pengampunan
KPK Fasilitasi 52 Tahanan Korupsi Salat Idul Adha dan Kunjungan Keluarga
Selebgram Brunei Jadi Tersangka Penganiayaan Maut di Blok M Jakarta Selatan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu 11 Kg dari Malaysia, Satu DPO Ditangkap

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:58 WIB

Pria 39 Tahun Ditangkap Polisi Usai Siarkan Konten Asusila demi Followers

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:34 WIB

Bareskrim Segel THM New Zone Medan, Dugaan TPPU Narkoba, Ini Kronologinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

Berita Terbaru

Peringatan dari Ottawa. Perdana Menteri Mark Carney menyamakan rencana pemisahan diri provinsi Alberta dengan Brexit. Ia menyebut janji

INTERNASIONAL

PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

Ilustrasi, Cuaca ekstrem menghantam Eropa. Suhu panas yang memecahkan rekor menyebabkan kematian di ajang olahraga amatir, memicu peringatan dini dari pemerintah, dan memaksa warga mencari perlindungan di tengah bulan Mei yang tak lazim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB