JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sejak duduk di bangku sekolah dasar, guru selalu mengajarkan satu “fakta” dasar kepada murid-muridnya. Manusia memiliki lima indra: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba.
Kita menghafal mati teori tersebut hingga dewasa. Namun, anggapan umum ini ternyata keliru besar. Sains modern membuktikan bahwa tubuh manusia jauh lebih canggih daripada sekadar lima sensor tersebut.
Faktanya, para ahli neurologi kini mengakui bahwa kita memiliki jauh lebih banyak indra. Bahkan, beberapa ilmuwan memperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 20 jenis berbeda.
Keterbatasan Teori Aristoteles
Siapa biang kerok dari penyederhanaan ini? Ternyata, klasifikasi lima indra bermula dari filsuf Yunani kuno, Aristoteles. Ia merumuskan konsep ini dalam karyanya De Anima ribuan tahun lalu.
Sayangnya, kurikulum pendidikan dasar kita masih memegang teguh teori usang ini. Padahal, ilmu pengetahuan telah berkembang pesat. Kita kehilangan pemahaman tentang kompleksitas tubuh sendiri karena terpaku pada buku teks lama.
Mengenal “Mata Batin” Fisik: Proprioception
Mari kita lakukan tes sederhana. Tutup mata Anda sekarang. Lalu, sentuh ujung hidung Anda dengan jari telunjuk.
Anda pasti berhasil melakukannya dengan tepat, bukan? Pertanyaannya, bagaimana otak Anda tahu posisi tangan dan hidung tanpa melihatnya?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemampuan ajaib ini bernama Proprioception. Indra ini memberikan kesadaran akan posisi anggota tubuh kita di dalam ruang. Tanpa indra ini, kita harus terus-menerus melihat kaki kita sendiri hanya untuk bisa berjalan tanpa tersandung.
Thermoception dan Nociception
Selanjutnya, mari kita bedah indra peraba. Kulit kita tidak hanya merasakan tekstur kasar atau halus. Kulit memiliki sensor yang jauh lebih spesifik.
Kita memiliki Thermoception untuk mendeteksi perubahan suhu. Hebatnya, reseptor panas dan reseptor dingin bekerja secara terpisah.
Selain itu, kita memiliki Nociception. Ini adalah indra khusus untuk merasakan sakit. Meskipun tidak menyenangkan, indra ini sangat vital. Ia memberi sinyal bahaya agar kita segera menarik tangan saat menyentuh panci panas.
Jangan Lupa Keseimbangan
Pernahkah Anda mencoba berdiri dengan satu kaki? Kemampuan Anda untuk tidak jatuh berasal dari indra Equilibrioception.
Sistem vestibular di dalam telinga bagian dalam mengatur fungsi ini. Cairan di dalam telinga bergerak memberi tahu otak tentang arah gravitasi dan kecepatan gerakan kepala. Akibatnya, kita bisa berjalan tegak tanpa pusing.
Masih ada lagi. Kita punya Interoception (merasakan kondisi organ dalam seperti lapar atau detak jantung) dan Chronoception (persepsi terhadap berlalunya waktu).
Tubuh Kita: Superkomputer Biologis
Pada akhirnya, kita harus berhenti meremehkan tubuh manusia. Kita bukan sekadar mesin sederhana dengan lima tombol input.
Sebaliknya, kita adalah superkomputer biologis yang sangat kompleks. Puluhan indra “tersembunyi” ini bekerja senyap setiap detik. Maka, hargailah kerja keras tubuh Anda yang terus memantau dunia luar dan dalam demi menjaga Anda tetap hidup dan selamat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















