Mobil Listrik Bebas Pajak dan Ganjil Genap di Jakarta, Ini Alasan Pramono

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik tetap berlaku di Ibu Kota sebagai langkah menekan polusi udara yang masih menjadi masalah serius.

Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan listrik berbasis baterai.

Pramono menegaskan kebijakan tersebut tetap mengacu pada regulasi pemerintah pusat. Namun, Pemprov DKI harus menyesuaikan aturan setelah pemerintah pusat merevisi kebijakan terkait kendaraan listrik.

“Untuk kebijakan kendaraan listrik, Pemerintah DKI Jakarta selalu mengacu pada keputusan pemerintah pusat,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, Pramono menilai insentif pajak menjadi salah satu cara mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan.

Menurut dia, langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dalam mengurangi emisi kendaraan yang menjadi penyumbang utama polusi udara Jakarta.

“Karena kebijakannya seperti itu dan Pemerintah DKI Jakarta serius mengurangi polusi,” ujarnya.

Tak hanya membebaskan pajak, Pemprov DKI juga tetap mempertahankan kebijakan bebas ganjil genap untuk kendaraan listrik.

Baca Juga :  KPK Ungkap Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi, Dorong Pembatasan Dana Kampanye

Pramono mengatakan kebijakan itu menjadi bagian dari kampanye energi hijau sekaligus upaya mempercepat penggunaan kendaraan rendah emisi di Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi udara di ibu kota, terutama dari emisi kendaraan berbahan bakar bensin dan solar.

Karena itu, Pemprov berharap insentif kendaraan listrik dapat mempercepat peralihan masyarakat menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen
Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun
Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan
OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin
Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:54 WIB

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen

Senin, 21 September 2026 - 06:08 WIB

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Minggu, 20 September 2026 - 19:57 WIB

Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Berita Terbaru

KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang dalam kasus HGB Summarecon.

NASIONAL

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 Sep 2026 - 18:13 WIB