Mulai 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Pakai Face Recognition – Ini Jadwal Lengkapnya

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Registrasi SIM Pakai Wajah Berlaku 2026. (Posnews/NET)

Registrasi SIM Pakai Wajah Berlaku 2026. (Posnews/NET)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah tancap gas. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyiapkan registrasi kartu SIM pakai biometrik wajah mulai 1 Januari 2026.

Namun, tahap awal masih uji coba dan bersifat sukarela.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menegaskan warga masih punya dua pilihan registrasi. Pelanggan baru boleh pakai cara lama atau face recognition hingga pertengahan 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai 1 Januari masih dua metode. Tapi per 1 Juli 2026 wajib biometrik penuh,” ujar Marwan, Rabu (17/12/2025).

Selanjutnya, pemerintah menerapkan sistem hybrid sejak awal 2026. Calon pelanggan cukup memilih: pakai NIK atau verifikasi wajah.

Namun, mulai 1 Juli 2026, pemerintah mengunci aturan. Seluruh pelanggan baru wajib registrasi biometrik murni.

Baca Juga :  6 Dicoret, Beckham Dapat Nomor Keramat - Garuda Siap Tempur di Jeddah

Meski begitu, Marwan memastikan pelanggan lama aman. Mereka tidak wajib registrasi ulang.

“Aturan ini hanya untuk pelanggan baru,” tegasnya.

Sikat Kejahatan Digital

Di sisi lain, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menilai kebijakan ini sebagai senjata pamungkas melawan kejahatan digital. Pasalnya, nomor ponsel selalu jadi pintu masuk penipuan.

Ia menegaskan, hampir semua kejahatan siber—mulai scam call, spoofing, smishing, hingga social engineering—memakai nomor seluler sebagai alat utama.

Data hingga September 2025 mencatat 332 juta pelanggan telah tervalidasi. Namun, Indonesia Anti Scam Center (IASC) menemukan 383.626 rekening penipuan dengan kerugian Rp 4,8 triliun.

Bahkan, Edwin menyebut total kerugian penipuan digital sudah tembus Rp 7 triliun. Tak hanya itu, setiap bulan muncul lebih dari 30 juta scam call, dan rata-rata orang menerima satu spam call tiap pekan.

Baca Juga :  Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku

“Inilah alasan Komdigi mewajibkan registrasi SIM pakai face recognition,” kata Edwin, dikutip Antara.

Selain itu, kebijakan ini juga bersih-bersih nomor bodong. Saat ini, 310 juta nomor beredar, padahal penduduk dewasa hanya sekitar 220 juta jiwa.

Dengan demikian, Edwin berharap frekuensi seluler benar-benar dipakai pelanggan aktif, bukan penjahat digital.

Sebagai pendukung, operator seluler sudah menerapkan verifikasi biometrik untuk ganti kartu SIM di gerai. Mereka juga mengantongi PKS dengan Dukcapil Kemendagri untuk akses data kependudukan.

Tak berhenti di situ, operator juga memakai standar keamanan ISO 27001 dan liveness detection ISO 30107-2 demi mencegah pemalsuan wajah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Psikolog Forensik Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri Perjelas Konstruksi Perkara
PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026
Satgas PKH Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Tak Hambat Kinerja
Imigrasi Berlakukan Pencegahan 20 Hari terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto
Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum
Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan
KSAD Maruli Pimpin Kenaikan Pangkat 35 Brigjen TNI AD, Ini Daftar Lengkapnya
Sosok Tan Kian Disorot, Pengusaha Properti yang Kini Diperiksa sebagai Saksi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:51 WIB

Psikolog Forensik Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri Perjelas Konstruksi Perkara

Senin, 13 Juli 2026 - 15:31 WIB

PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 06:31 WIB

Imigrasi Berlakukan Pencegahan 20 Hari terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:33 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:02 WIB

Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan

Berita Terbaru

Ilustrasi, tersangka di borgol polisi. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Teror Bom SDN Srengseng Sawah Terungkap, Polisi Tangkap MY

Senin, 13 Jul 2026 - 16:00 WIB