YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID —Aksi parkir tak acuh yang menunjukkan egoisme pengendara kembali terjadi di area Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin malam (3/11/2025). Seorang warga merekam dan melaporkan sebuah mobil yang parkir ‘menerobos’ garis batas. Aksi nekat ini langsung memicu kondisi semrawut dan menuai keluhan dari pengguna jasa stasiun lainnya yang merasa haknya dirampas.
Aksi ‘Makan Tempat’ Picu Keluhan
Rekaman video dari pelapor dengan jelas menunjukkan seorang pengemudi yang memarkir mobil sedan berwarna gelap secara melintang. Pengemudi itu secara gamblang ‘menerobos’ garis batas parkir yang sudah ada. Akibat ulah tak bertanggung jawab ini, kendaraan tersebut memakan ruang lebih dari satu slot parkir. Area parkir yang seharusnya bisa menampung dua kendaraan, kini hanya terisi oleh satu mobil egois tersebut, membuat area di sekitarnya menjadi sangat sempit.
Tindakan ini jelas merugikan pengguna parkir lainnya. Warga yang datang belakangan mengeluhkan betapa sulitnya mencari tempat parkir. “Ini jelas merampas hak orang lain. Sudah bayar parkir, tapi mencari slot saja susah karena ulah satu orang,” keluh seorang pengguna jasa stasiun yang enggan disebut namanya. Pelapor juga menyebutkan bahwa warga sering menemukan kondisi ‘barbar’ ini pada jam-jam padat, terutama malam hari dan akhir pekan. Hal ini tentu menimbulkan frustrasi dan ketidaknyamanan kolektif.
“Bikin penuh, kasihan sama yang lain bosku,” tulis pelapor dalam keterangan unggahannya yang singkat namun tajam.
Opini: Parkir Egois Adalah Cermin Ketidakpedulian
Kejadian ini bukan sekadar pelanggaran aturan sepele. Ini adalah cermin dari egoisme dan matinya ‘tepa selira’ atau tenggang rasa di ruang publik. Pelaku parkir sembarangan ini sadar betul bahwa tindakannya merugikan orang lain, namun ia memilih untuk tidak peduli demi kenyamanan pribadinya. Jika untuk urusan sekecil parkir saja kita tega ‘menerobos’ hak orang lain, bagaimana kita bisa berharap ada ketertiban dalam urusan yang lebih besar?
Seruan untuk Saling Menghargai
Warga dan pengguna jasa stasiun mengharapkan petugas parkir lebih proaktif menegur dan menindak perilaku parkir sembarangan. Namun, mengandalkan petugas saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu lebih berani untuk saling mengingatkan secara sopan, karena fasilitas publik adalah milik bersama.
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghargai aturan yang ada demi kenyamanan bersama. Stasiun adalah fasilitas vital yang sibuk, sehingga ketertiban menjadi kunci kelancaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjaga ketertiban. Parkirlah pada tempatnya, hargai hak pengguna parkir lain, dan jadikan Yogyakarta sebagai kota yang lebih tertib dan manusiawi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















