DeepSeek-V4 Resmi Meluncur dengan Konteks 1 Juta Kata

Minggu, 26 April 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Loncatan kecerdasan buatan. Startup Tiongkok, DeepSeek, merilis model AI generasi keempat yang diklaim mampu menyerap satu juta kata sekaligus, memicu babak baru perang teknologi di tengah tuduhan spionase industri oleh Washington. Dok: Istimewa.

Loncatan kecerdasan buatan. Startup Tiongkok, DeepSeek, merilis model AI generasi keempat yang diklaim mampu menyerap satu juta kata sekaligus, memicu babak baru perang teknologi di tengah tuduhan spionase industri oleh Washington. Dok: Istimewa.

HANGZHOU, POSNEWS.CO.ID – Persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) dunia kembali terguncang oleh inovasi terbaru dari Tiongkok. Startup DeepSeek resmi merilis DeepSeek-V4, sebuah model penalaran berbiaya rendah yang memiliki kemampuan setara dengan rival-rivalnya di Amerika Serikat.

Dalam konteks ini, peluncuran tersebut dilakukan melalui pengumuman resmi di platform WeChat dan media sosial X pada hari Jumat. DeepSeek-V4 hadir untuk mempertegas posisi Tiongkok dalam peta kekuatan digital global di tahun 2026.

Spesifikasi Teknis: Konteks 1 Juta Kata dan 1,6 Triliun Parameter

DeepSeek-V4 menonjol dengan kemampuan penyerapan input yang sangat masif. Perusahaan mengeklaim model ini memiliki panjang konteks ultra-panjang hingga satu juta kata. Oleh karena itu, AI ini mampu memproses dokumen yang sangat tebal dalam satu waktu guna membantu penyelesaian tugas yang kompleks.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Model ini hadir dalam dua varian utama:

  1. DeepSeek-V4-Pro: Memiliki 1,6 triliun parameter guna akurasi pengambilan keputusan tingkat tinggi.
  2. DeepSeek-V4-Flash: Mengusung 284 miliar parameter sebagai pilihan yang lebih ekonomis dan efisien.
Baca Juga :  Iran Tawarkan Konsesi Uranium demi Pencabutan Sanksi AS

Pihak perusahaan menyatakan bahwa V4-Pro hanya terpaut tipis dari model tertutup tercanggih saat ini, yakni Gemini-Pro-3.1 milik Google. Selain itu, model ini telah melalui optimasi khusus guna mendukung produk AI Agent populer seperti Claude Code dan OpenClaw.

Strategi Open Source dan “Sputnik Moment” Industri

Berbeda dengan model tertutup milik OpenAI, DeepSeek tetap setia pada jalur sumber terbuka (open-source). Keputusan ini bertujuan murni guna mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga kesehatan di Tiongkok.

Bahkan, Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, memuji model AI buatan dalam negeri sebagai pelopor ekosistem AI global. “Model besar buatan Tiongkok memimpin pengembangan ekosistem AI sumber terbuka dunia,” ujar Li Qiang dalam pertemuan pengambil keputusan senior. Keberhasilan DeepSeek mengingatkan dunia pada “DeepSeek Shock” tahun lalu yang sempat memicu aksi jual saham AI di bursa global dan dianggap sebagai “Sputnik moment” bagi industri teknologi.

Kontroversi Privasi dan Tuduhan Spionase Washington

Meskipun demikian, popularitas DeepSeek tidak lepas dari pengawasan ketat terkait isu privasi data dan sensor. Model chatbot ini dilaporkan sering menolak menjawab pertanyaan mengenai topik sensitif, seperti tragedi Tiananmen 1989. Akibatnya, kredibilitas netralitas informasi dari platform ini tetap menjadi bahan perdebatan internasional.

Baca Juga :  Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz

Terlebih lagi, tensi diplomatik meningkat tajam setelah Gedung Putih melontarkan tuduhan serius pada Kamis malam. Kepala sains dan teknologi AS, Michael Kratsios, menuduh entitas Tiongkok melakukan pencurian teknologi AI Amerika dalam skala industri. “Kami memiliki bukti bahwa entitas asing, terutama di Tiongkok, menjalankan kampanye distilasi untuk mencuri AI Amerika,” tegas Kratsios melalui platform X.

Dampak pada Pasar Tenaga Kerja

Peluncuran DeepSeek-V4 terjadi saat raksasa teknologi AS seperti Meta dan Microsoft sedang merombak struktur organisasi mereka. Meta baru saja mengumumkan PHK terhadap sepersepuluh stafnya guna mengalihkan investasi ke pengembangan AI.

Pada akhirnya, kemunculan AI yang lebih efisien dan murah dari Tiongkok akan semakin menekan perusahaan Barat untuk melakukan efisiensi. Dunia kini memantau bagaimana Washington akan bereaksi secara fisik guna melindungi inovasi domestiknya dari apa yang mereka sebut sebagai “pencurian sistemik” oleh Beijing di tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB