Pemerintah Buka Magang Nasional Batch 2, Gaji Setara UMK – Kuota 80.000 Peserta

Senin, 3 November 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta program pemagangan nasional mengikuti seleksi magang pemerintah Batch 2 tahun 2025 di Jakarta. (@kantorstafpresidenri)

Peserta program pemagangan nasional mengikuti seleksi magang pemerintah Batch 2 tahun 2025 di Jakarta. (@kantorstafpresidenri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Pemerintah kembali tancap gas membuka peluang besar bagi fresh graduate. Ini kesempatan emas untuk mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan.

Setelah sukses meluncurkan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch 1 pada 20 Oktober 2025 dengan kuota 20.000 peserta, kini Batch 2 resmi dibuka awal November 2025 dengan target fantastis: 80.000 peserta.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan program magang nasional ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat ekosistem tenaga kerja muda Indonesia.

β€œProgram ini kami gelar agar lulusan baru mendapat pengalaman kerja nyata dan semakin kompetitif di pasar kerja,” ujar Haryo, Senin (3/11/2025).

Menurut Haryo, selain modal skill, peserta magang juga akan dibentuk disiplin kerja dan mental profesional agar siap masuk dunia industri.

Jadwal Lengkap Program Magang Nasional Batch 2

Berdasarkan data Kemnaker melalui situs Maganghub, berikut alur dan jadwal lengkapnya:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Pendaftaran perusahaan & usulan program 24 Okt – 5 Nov 2025
  • Pendaftaran peserta 6 – 12 Nov 2025
  • Seleksi & pengumuman peserta 12 – 20 Nov 2025
  • Pelaksanaan magang 24 Nov 2025 – 23 Mei 2026
Baca Juga :  Trump Beri Ultimatum: "Datang ke Meja Perundingan!"

Hingga 31 Oktober 2025, 1.942 perusahaan dan instansi sudah terdaftar untuk ikut menampung peserta.

Fasilitas Peserta Magang

Pemerintah memastikan peserta akan menerima hak penuh:

  • Uang saku setara UMK
  • Tanpa potongan
  • Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
  • Penugasan di perusahaan, instansi pemerintah, atau lembaga negara

Syarat Pendaftaran Program Magang Kemnaker

Program Magang Kemnaker membuka peluang besar bagi lulusan baru perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional. Selain itu, proses seleksi berlangsung ketat sehingga hanya kandidat terbaik yang lolos.

Agar bisa mendaftar, peserta wajib memenuhi syarat berikut:

  • Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Lulus D3/S1 maksimal 1 tahun sejak tanggal ijazah saat mendaftar.
  • Berasal dari Perguruan Tinggi yang terdaftar resmi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
  • Lolos proses validasi dokumen, sehingga dapat mengikuti tahapan rekrutmen resmi penyelenggara pemagangan.

Dengan memenuhi syarat di atas, peserta berhak melanjutkan ke proses seleksi yang meliputi verifikasi data dan wawancara kompetensi. Karena itu, pastikan semua dokumen Anda asli dan valid.

Baca Juga :  Beras Medium dan Sayur Tak Segar, Ombudsman Kritik Realisasi Program MBG

Cara dan Link Pendaftaran Magang Kemnaker

Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi Magang Hub Kemnaker.

Berikut langkah lengkapnya:

  • Buat akun SIAP Kerja di siapkerja.kemnaker.go.id
  • Aktifkan akun dan lengkapi profil hingga 100%
  • Akses platform Magang Hub di maganghub.kemnaker.go.id
  • Siapkan seluruh dokumen persyaratan (ijazah, KTP, CV, dan lainnya)
  • Cari dan pilih posisi magang sesuai kualifikasi
  • Upload dokumen, lalu kirim lamaran magang
  • Pantau pengumuman dan jadwal seleksi di dashboard akun

Catatan penting:

Pastikan data lengkap dan sesuai ketentuan untuk menghindari kegagalan administrasi. Selain itu, tandai jadwal proses seleksi agar tidak tertinggal tahapan penting.

Program ini memungkinkan industri langsung membina dan menyaring tenaga kerja terbaik dari kampus untuk masuk ke dunia kerja.

Haryo menegaskan, program ini bagian dari Paket Ekonomi nasional dan terbukti mendapat sambutan luar biasa sejak Batch 1.

β€œKami berharap dampaknya signifikan untuk penciptaan lapangan kerja dan mendongkrak ekonomi nasional,” tegasnya.Β (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB