Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi tata kelola ekspor. DPR RI memfasilitasi koordinasi erat antara Danantara dan Kementerian ESDM guna memuluskan transisi kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam. Dok: Istimewa.

Sinergi tata kelola ekspor. DPR RI memfasilitasi koordinasi erat antara Danantara dan Kementerian ESDM guna memuluskan transisi kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam. Dok: Istimewa.

AKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia mengubah arah kebijakan Badan Pengelola Investasi Danantara secara mendadak baru-baru ini. Sebab, para pejabat memutuskan untuk membatalkan rencana monopoli ekspor komoditas strategis nasional. Oleh karena itu, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) kini hanya bertindak sebagai auditor harga ekspor.

Target Ambisius Ekspor Satu Pintu

Sebelumnya, pemerintah ingin memusatkan seluruh kegiatan ekspor guna mencegah kebocoran devisa hasil tambang dan kelapa sawit. Namun, analis menilai target pelaksanaan ekspor satu pintu tersebut terlalu ambisius untuk saat ini.

Lembaga riset UOB Kay Hian (UOBKH) mengonfirmasi perubahan arah kebijakan ini secara resmi. Selanjutnya, analis UOBKH Americco, Stephen Wu, memberikan penjelasan mendalam mengenai keputusan darurat dari pemerintah tersebut.

Pengawasan Harga Tanpa Monopoli Pasar

Sementara itu, penataan ulang ini akan mengubah peran DSI dari agen penjual menjadi pengawas regulasi. Dengan demikian, perusahaan swasta tetap memiliki kebebasan untuk mengekspor produk mereka secara mandiri ke luar negeri.

Namun, eksportir mandiri wajib membuktikan keselarasan harga jual dengan standar harga pasar global secara transparan. Langkah ini bertujuan untuk memberatas praktik manipulasi harga dan pelarian modal ke luar negeri secara ilegal.

Akibatnya, kebijakan kompromi ini berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar keuangan terhadap potensi kemacetan rantai pasok. Sebelum keputusan ini rilis, nilai tukar rupiah sempat merosot tajam ke tingkat terendah sepanjang sejarah. Bahkan, mata uang rupiah sempat menembus angka 14.000 per dolar Singapura di pasar valuta asing.

Baca Juga :  Husain Tewas Ditembak dalam Mobil di Polewali Mandar, Warga Dengar Suara Letusan

Jaminan Kelancaran Logistik dan Sentimen Pasar

Lembaga keuangan RHB Research menambahkan bahwa pengetatan dokumen kepabeanan akan tetap berjalan dengan disiplin tinggi. Namun, perubahan aturan ini meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman barang pada pelabuhan-pelabuhan utama nasional.

Pada akhirnya, dunia usaha menyambut positif kelonggaran aturan ekspor komoditas strategis dari pemerintah tersebut. Sebab, kepastian hukum ini akan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional berjalan sesuai rencana.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana
Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam
Bareskrim Segel HH Club Planet 3.0 Batam, 32 Orang Diamankan – Diduga Sarang Narkoba
MUI Larang Peserta Karnaval 17 Agustus Pakai Busana Lawan Jenis
BNN Ungkap Bahaya Ketamin dalam Vape, Modus Baru Jaringan Narkoba Internasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam

Berita Terbaru

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:08 WIB

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa akibat perang, serangan, dan aksi protes, langkah yang berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB