Pemuda Bonyok Diamuk Warga, Dugaan Penculikan Anak di Tanjung Morawa Tak Terbukti

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku penjambretan pasangan kekasih diamankan warga usai menewaskan karyawati bank di Bukit Raya, Pekanbaru.  (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pelaku penjambretan pasangan kekasih diamankan warga usai menewaskan karyawati bank di Bukit Raya, Pekanbaru. (Posnews/Ist)

DELI SERDANG, POSNEWS.CO.ID – Seorang pemuda berinisial MAP (19) babak belur diamuk massa setelah warga di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) menduga ia hendak menculik dua anak.

Namun setelah penyelidikan polisi, tuduhan penculikan dibantah karena tak terbukti secara hukum.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, MAP datang ke lokasi dan menanyakan tempat tongkrongan anak muda kepada dua anak berinisial AES (11) dan G.

Menurut Jonni, MAP bahkan menawarkan uang Rp10 ribu kepada kedua anak tersebut agar diantarkan ke lokasi tongkrongan. Karena merasa takut, kedua anak itu kabur dan kemudian menyampaikan isu penculikan kepada warga sekitar.

Baca Juga :  Ujaran Kebencian Demi Saweran, Resbob Diciduk Polisi dan Terancam 10 Tahun

β€œPelaku menawarkan uang Rp10 ribu agar diantarkan ke lokasi tersebut. Karena takut, kedua anak itu pergi dan menyampaikan ke warga bahwa ada dugaan penculikan anak,” ujar Jonni dikuti Kamis (18/12/2025).

Mendengar kabar itu, warga langsung berkumpul dan emosi, lalu mengeroyok MAP hingga babak belur dan mengalami sejumlah luka. Aksi massa itu sempat membuat suasana di kawasan tersebut memanas beberapa saat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama kemudian, petugas Polsek Tanjung Morawa merespons cepat laporan warga dengan mendatangi lokasi kejadian.

Anggota polisi berhasil mengamankan MAP dan kemudian membawa pemuda itu ke klinik terdekat untuk perawatan medis akibat serangan massa.

Setelah itu, polisi melakukan penginterogasian terhadap MAP, serta memeriksa keterangan kedua anak dan sejumlah saksi di lokasi.

Baca Juga :  Trump Ancam Tindakan Keras dan Intelijen Rudal Israel

Melalui pemeriksaan menyeluruh, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi niat maupun tindakan penculikan anak dalam kejadian tersebut.

Bukan Penculikan

Kapolsek pun menegaskan bahwa peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana penculikan.

β€œTidak ada niat maupun perbuatan penculikan. Peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana,” tegas Jonni kepada wartawan.

Sebelumnya, Polsek juga mencatat bahwa kedua anak yang sempat ketakutan dalam kondisi aman dan telah dipulangkan ke orang tua masing-masing setelah diperiksa.

Hingga kini, polisi terus memantau situasi di wilayah Tanjung Morawa agar tidak terjadi kekerasan susulan atau salah paham di tengah masyarakat.

Aparat kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri, terutama ketika menangani isu sensitif yang menyangkut keselamatan anak. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB