Pentagon Geser Beban: Korea Selatan Wajib Pimpin Pertahanan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dokumen strategi baru AS mengubah peta keamanan Semenanjung Korea. Seoul dituntut mandiri, sementara kata sakti

Ilustrasi, Dokumen strategi baru AS mengubah peta keamanan Semenanjung Korea. Seoul dituntut mandiri, sementara kata sakti "denuklirisasi" menghilang dari kamus Washington. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Pentagon membuat pergeseran strategis yang signifikan di Asia Timur. Sebuah dokumen kebijakan yang rilis pada hari Jumat (23/1) mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memperkirakan peran yang “lebih terbatas” dalam menghalangi ancaman Korea Utara.

Sebaliknya, dokumen tersebut menegaskan bahwa Korea Selatan harus mengambil “tanggung jawab utama” untuk tugas pertahanan tersebut. Langkah ini kemungkinan akan memicu kekhawatiran baru di Seoul mengenai komitmen keamanan jangka panjang sekutu utamanya.

Saat ini, Korea Selatan menampung sekitar 28.500 tentara AS sebagai bagian dari pertahanan gabungan. Mengantisipasi peran yang lebih besar, Seoul telah menaikkan anggaran pertahanannya sebesar 7,5% untuk tahun ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korea Selatan mampu mengambil tanggung jawab utama untuk menghalangi Korea Utara dengan dukungan AS yang kritis namun lebih terbatas,” bunyi Strategi Pertahanan Nasional (National Defense Strategy) tersebut.

Modernisasi Aliansi atau Pengalihan Fokus?

Pentagon menyebut pergeseran ini konsisten dengan kepentingan Amerika dalam memperbarui postur kekuatan di Semenanjung Korea. Pejabat AS dalam beberapa tahun terakhir telah mengisyaratkan keinginan untuk membuat pasukan AS di Korea Selatan lebih fleksibel.

Baca Juga :  Mesir Resmi Gabung Dewan Perdamaian Trump

Tujuannya jelas: agar pasukan tersebut dapat beroperasi di luar semenanjung untuk merespons ancaman yang lebih luas, seperti membela Taiwan atau menahan jangkauan militer China yang terus tumbuh.

Pergeseran ini merupakan bagian dari apa yang Washington sebut sebagai “modernisasi aliansi” di bawah pemerintahan Trump.

Lee Jae-myung: “Mentalitas Patuh” Harus Hilang

Menariknya, dorongan ini sejalan dengan visi pemimpin di Seoul. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara pribadi telah mendorong otonomi pertahanan yang lebih besar.

Pada bulan September lalu, Lee mengkritik keras ketergantungan negaranya. Ia menyebut pandangan bahwa pertahanan mandiri mustahil tanpa pasukan asing sebagai “mentalitas patuh” yang harus diubah.

Meskipun demikian, Kementerian Pertahanan Korea Selatan tetap berhati-hati. Dalam pernyataan hari Sabtu, mereka menegaskan bahwa Pasukan AS di Korea (USFK) tetap menjadi pusat aliansi dan akan terus berfungsi untuk mencegah agresi Korea Utara.

Baca Juga :  Keabadian Madu: Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Hilangnya Kata “Denuklirisasi”

Satu detail mencolok dalam dokumen tersebut adalah ketiadaan kata “denuklirisasi”. Ini adalah makalah strategi besar kedua yang menghilangkan bahasa tersebut.

Padahal, pemerintahan Biden pada 2022 secara eksplisit menyatakan “denuklirisasi lengkap dan dapat diverifikasi” sebagai tujuan utama. Penghilangan ini menyiratkan bahwa Washington mungkin sedang beralih strategi: dari upaya penghapusan total menuju pengelolaan (managing) gudang senjata nuklir Korea Utara.

Fokus Utama: China

Dokumen setebal 25 halaman itu menegaskan prioritas Pentagon: membela tanah air dan memastikan China tidak mendominasi AS atau sekutunya di Indo-Pasifik.

“Ini tidak memerlukan perubahan rezim atau perjuangan eksistensial lainnya. Sebaliknya, perdamaian yang layak, dengan syarat yang menguntungkan bagi orang Amerika tetapi juga dapat China terima… adalah mungkin,” tulis dokumen tersebut.

Menariknya, dokumen ini tidak menyebut nama Taiwan secara eksplisit, meskipun ketegangan di selat tersebut menjadi salah satu pendorong utama fleksibilitas pasukan AS di kawasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB