Pukulan Telak Intel: Petinggi AI Sachin Katti Membelot ke OpenAI

Selasa, 11 November 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Petinggi AI Intel, Sachin Katti, keluar setelah hanya 6 bulan menjabat untuk bergabung dengan OpenAI. CEO Intel, Lip-Bu Tan, akan mengambil alih tugasnya. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Petinggi AI Intel, Sachin Katti, keluar setelah hanya 6 bulan menjabat untuk bergabung dengan OpenAI. CEO Intel, Lip-Bu Tan, akan mengambil alih tugasnya. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID —Petinggi kecerdasan buatan (AI) Intel, Sachin Katti, telah mengundurkan diri untuk bergabung dengan OpenAI, pembuat ChatGPT. Langkah ini dikonfirmasi pada Senin (10/11/2025) dan menandai pukulan terbaru bagi Intel yang sedang berjuang di sektor AI.

Perang Talenta dan Serangkaian Kepergian

Katti hanya menjabat selama enam bulan. Padahal, CEO Lip-Bu Tan baru mempromosikannya menjadi Chief Technology dan AI Officer pada bulan April. Kepergiannya adalah yang terbaru dari serangkaian eksodus eksekutif senior dari raksasa chip tersebut. Eksodus ini terjadi di tengah “perang talenta AI” yang brutal di Silicon Valley.

Sebelumnya, beberapa petinggi lain telah pergi:

  • Justin Hotard, kepala bisnis data center dan AI, pergi untuk menjadi CEO Nokia.
  • Safroadu Yeboah‑Amankwah, kepala strategi, pergi pada musim panas.
  • Michelle Johnston Holthaus, kepala bisnis chip, pergi pada September setelah lebih dari 30 tahun di perusahaan.

Membangun Infrastruktur AGI

Di OpenAI, Katti akan memiliki peran krusial. Presiden OpenAI, Greg Brockman, menyatakan di X (sebelumnya Twitter) bahwa Katti akan memegang tugas penting. Katti akan “merancang dan membangun infrastruktur komputasi” untuk penelitian artificial general intelligence (AGI) dan skalabilitas aplikasi.

Baca Juga :  Membongkar Kekerasan Simbolik di Ruang Rapat

Langkah ini sejalan dengan komitmen OpenAI untuk menghabiskan dana besar pada infrastruktur yang akan menggerakkan teknologi AI di masa depan.

Perjuangan Intel dan Respons CEO

Intel telah berjuang keras untuk mengejar Nvidia, yang saat ini mendominasi pasar chip AI dengan GPU-nya. Perusahaan ini gagal meluncurkan produk kompetitif untuk memanfaatkan ledakan AI dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi kepergian Katti, Intel mengonfirmasi bahwa CEO Lip-Bu Tan akan mengambil alih tanggung jawabnya. “Kami berterima kasih kepada Sachin atas kontribusinya. AI tetap menjadi salah satu prioritas strategis tertinggi Intel, dan kami fokus mengeksekusi peta jalan teknologi dan produk kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katti, seorang mantan profesor Stanford, bergabung dengan Intel sekitar empat tahun lalu. Ia dengan cepat naik pangkat di bawah kepemimpinan baru.

Baca Juga :  Ilusi Kebebasan Gig Economy: Kerja Keras Tanpa Jaring Pengaman

Perang Dua Front Melawan Nvidia dan AMD

Kepergian Katti ke OpenAI menyoroti kegagalan Intel di pasar chip AI yang Nvidia dominasi. Namun, ini hanya setengah dari cerita. Masalah Intel lebih dalam: mereka juga sedang tertekan di pasar inti mereka, yaitu CPU (Central Processing Unit).

Selama beberapa tahun terakhir, chip server EPYC milik AMD secara agresif merebut pangsa pasar. Padahal, lini Xeon milik Intel sebelumnya sangat dominan. AMD menawarkan jumlah inti (core) yang lebih banyak dan efisiensi daya yang lebih baik. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk data center modern yang haus daya.

Akibatnya, Intel berada dalam posisi yang sangat sulit. Mereka gagal menembus pasar baru (AI GPU) yang Nvidia kuasai. Sementara pada saat yang sama, AMD terus-menerus menggerogoti benteng pertahanan mereka (CPU data center). Eksodus talenta seperti Katti semakin mempersulit upaya Intel untuk bangkit di kedua front tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB